Kesaksian Eni Pintu Masuk Jerat Sofyan Basir

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 11 Oct 2018 19:41 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Kesaksian Eni Pintu Masuk Jerat Sofyan Basir
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kesaksiaan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih (EMS) menjadi pintu masuk penyidik menjerat Dirut PLN Sofyan Basir. Seluruh pengakuan Eni bakal jadi bukti kuat adanya dugaan keterlibatan Sofyan di kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Hasil persidangan tentu menjadi masukan bagi kita untuk mengembangkannya lebih lanjut," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Saut menyatakan, Sofyan saat ini masih berstatus saksi. Namun, status saksi dapat berubah jika dalam pengembangan penyidik menemukan dua alat bukti cukup untuk menaikkan status bos PLN tersebut.

"Seperti apa nanti kita mendalami hasil yang muncul di persidangan, nanti kita pelajari, nanti kita kembangkan," pungkasnya.

Siang tadi Eni dihadirkan sebagai saksi dalam sidang terdakwa bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam sidang, Eni mengungkap detail peran Sofyan di kasus suap proyek PLTU Riau-I.

Sofyan disebut sebagai pihak yang menawarkan proyek ini kepada Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar. Sofyan juga disebut memiliki peran sakral dalam meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Baca: Dirut PLN Disebut Dapat Jatah dari PLTU Riau-1

Bahkan, menurut pengakuan Eni, Sofyan sempat dijanjikan menerima fee paling banyak. Namun, akhirnya fee untuk Sofyan sama dengan yang diterima Eni dan mantan menteri sosial Idrus Marham.

KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni bersama dengan Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjosecara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.

Baca: Sofyan Basir dan Kotjo Bicarakan Fee Empat Mata

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.




(DMR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA