Kelompok Teroris Ali Kalora Diultimatum Menyerahkan Diri

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 21 Jan 2019 17:44 WIB
terorisme
Kelompok Teroris Ali Kalora Diultimatum Menyerahkan Diri
Terorisme. ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diultimatum untuk menyerahkan diri hingga Selasa, 29 Januari 2019. Tim gabungan TNI dan Polri mengancam bakal bertindak tegas bila mereka tak juga menyerahkan diri. 

"Tindakan-tindakan preventif ini secara optimal kita laksanakan sampai batas waktu 29. (Jika) tidak ada respon baru, Subsatgas Penegakan Hukum gabungan TNI-Polri melakukan upaya-upaya represif," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.

Kini, kata Dedi, polisi masih mempunyai sisa waktu 8 hari dalam mencari kelompok Ali Kalora. Satgas Penegakan hukum Operasi Tinombala pun sedang melokalisasi titik-titik logistik dan komunikasi dari kelompok Ali Kalora.

Saat ini kepolisian belum berupaya menangkap Ali Kalora. Namun, Satgas Tinombala telah menyebarkan pamflet atau foto agar kelompok Ali Kalora menyerahkan diri ke kepolisian. Kepolisian meminta masyarakat memberitahukan jika menemukan 14 orang teroris dari kelompok Ali Kalora.

"Sebar foto dan DPO (daftar pencarian orang) kita telah lakukan. Anggota juga ada yang bersentuhan langsung ke keluarga kelompok Ali Kalora. Itu yang telah kami lakukan," tukas dia.

Baca: Sepuluh Orang Diduga Teroris Diburu di Sulteng

Sebelumnya, kelompok teroris pimpinan Ali Kalora telah merekrut 7 anggota baru. Empat di antaranya berasal dari Banten, sedangkan 3 lainnya berasal dari simpatisan warga tempat kelompok teroris itu bersembunyi di Poso, Sulawesi Tengah. Total jumlah anggota yang aktif saat ini sebanyak 14 orang.

Kelompok ini terdiri dari Ali Ahmad alias Ali Kalora, Basir alias Romzi, Abu Alim alias Ambo, Mohammad Faizal alias Namnung, Askar alias Jaid alias Pak Guru, dan Qatar alias Farel alias Anas. Selain itu, ada Nae alias Galih alias Mukhlas, Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Rajif Gandi Sabran alias Rajes, Adtya alias Idad alias Kuasa, Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori, Alqindi Mutaqien alias Muaz, Jaka Ramadan alias Ikrima alias Rama, dan Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdurrahman Al Makasari.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA