18 Saksi Diperiksa Terkait Teror Pimpinan KPK

Siti Yona Hukmana    •    Sabtu, 12 Jan 2019 11:18 WIB
teror bomTeror Bom untuk Pimpinan KPK
18 Saksi Diperiksa Terkait Teror Pimpinan KPK
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa 18 saksi terkait teror di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rumah Agus Rahardjo dan Laode M Syarif diteror bom. 

"Sudah 18 orang kita periksa. Sebanyak 12 di TKP kediaman Pak Laode dan enam di TKP kediaman Pak Agus," kata Dedi saat dikonfirmasi Medcom.id, Sabtu, 12 Januari 2019.

Dedi mengaku dari keterangan itu belum ada fakta baru. "Nanti saya sampaikan kalau sudah ada," imbuh dia. 

Meski demikian, keterangan dari tukang bubur menjadi salah satu kunci polisi. Diketahui, tukang bubur yang berjualan di depan rumah Agus Rahardjo sempat ditanyai rumah ketua KPK oleh orang tak dikenal. 

(Baca juga: Sidik Jari pada Molotov di Rumah Laode Diidentifikasi)

Dua orang mendatangi tukang bubur berboncengan menggunakan motor. Pengendara menggunakan helm full face, sedangkan yang dibonceng yakni selaku penanya itu tidak menggunakan helm. Alhasil wajahnya terlihat jelas oleh tukang bubur.

Kemudian, dari keterangan tukang bubur ini lah polisi membuka pintu masuk mengungkap pelaku teror. Hal itu dilakukan dengan membuat sketsa wajah orang penanya tersebut. 

Sementara keterangan saksi di rumah Laode, polisi belum bisa membuat sketsa wajah terduga pelaku. Dedi meminta waktu bagi Inafis Mabes Polri untuk bekerja. 

Rumah pimpinan KPK diteror bom pada Rabu, 9 Januari 2019 pagi. Pagar rumah agus dicantel tas yang isinya bom palsu dan rumah Laode dilempar bom molotov. 





(REN)