Wadah Pegawai Mengutuk Teror Pimpinan KPK

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 09 Jan 2019 17:12 WIB
teror bomTeror Bom untuk Pimpinan KPK
Wadah Pegawai Mengutuk Teror Pimpinan KPK
Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan yang dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Jakarta: Wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengutuk aksi teror terhadap dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Teror dinilai sebagai upaya melemahkan KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi di tanah air.

"Kami meyakini tindakan teror ini merupakan upaya untuk menimbulkan rasa takut dan gentar di hati pimpinan dan pegawai KPK agar berhenti menangkapi koruptor dan menciptakan Indonesia bersih," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Yudi menilai teror bom terhadap dua pimpinan merupakan buntut dari lambannya penanganan kasus penyiraman air keras penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hingga kini, tepatnya 638 hari, pelaku penyiraman air keras terhadap Novel belum juga tertangkap.

"Upaya pelemahan pemberantasan korupsi melalui intimidasi terhadap pegawai maupun pimpinan KPK terus terjadi tanpa bisa dicegah, sebab pelaku berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan bisa terungkap," ujar dia. 

(Baca juga: Pimpinan KPK Tak Gentar)

Wadah pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo turun langsung menyelesaikan upaya pelemahan Lembaga Antirasuah. Terpenting, membongkar pelaku teror terhadap kedua pimpinan KPK, termasuk Novel Baswedan.

Polisi diharapkan bisa segera mengungkap dalang teror terhadap pimpinan KPK. Wadah pegawai KPK menegaskan pihaknya tidak pernah takut dengan upaya pelemahan pemberantasan korupsi melalui teror.

"Kami justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi apa pun risikonya, tentu dengan dukungan rakyat Indonesia," pungkas dia. 

Kediaman Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapat teror bom dari orang tak dikenal. Peristiwa teror ini, terjadi dalam waktu bersamaan.

Polda Metro Jaya telah menurunkan tim khusus dibantu Densus 88 untuk mendalami teror tersebut. CCTV dari rumah Agus dan Laode tengah diperiksa untuk mencari identitas pelaku.

(Baca juga: Antasari: KPK Jangan Takut)
 


(REN)