Demokrat Desak Antasari Minta Maaf

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 19 May 2017 13:54 WIB
antasari azhar
Demokrat Desak Antasari Minta Maaf
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan (kiri). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat mendesak mantan Ketua KPK Antasari Azhar meminta maaf jika benar polisi menghentikan pengusutan kasus yang dilaporkannya Februari lalu. Pasalnya, Antasari dinilai memberikan laporan palsu kepada polisi atas tuduhan kriminalisasi terhadap dirinya dalam kasus pembunuhan.

"Antasari harus fair meminta maaf kepada publik, menyatakan maaf kepada pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Permintaan maaf itu harus disampaikan layaknya Antasari menggelar konferensi pers saat hendak melaporkan tuduhan keterlibatan SBY. Syarief juga mendesak kepolisian menindak Antasari yang diduga memberikan laporan palsu.

"Laporan yang tidak benar harus ada tindak lanjutnya. Harus ada sanksinya. Sehingga, jangan sampai setiap warga negara memberikan laporan yang tidak benar kepada penegak hukum," ujar dia.

Baca: Polisi Ragu Laporan Antasari Azhar Naik Penyidikan

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengaku ragu kasus yang dilaporkan Antasari naik ke tahap penyidikan. Polisi masih belum bisa mendapatkan minimal dua alat bukti.

"Itu (laporan Antasari) sudah kami selidiki. Namun, kelihatannya tidak bisa dinaikkan ke penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak di Kantor Bareskrim, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Meski demikian, Herry mengaku akan terus bekerja mencari alat bukti yang cukup. Termasuk pengakuan Antasari bahwa SBY banyak mengetahui rencana pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen.

Baca: Antasari Minta SBY Jujur

Selasa pagi 14 Februari, Antasari dan Andi Samsudin, adik Nasrudin Zulkarnaen, datang ke kantor Bareskrim. Kedatangan keduanya untuk meminta penyidik serius menyelidiki pesan singkat (SMS) misterius yang masuk ke telepon genggam Nasrudin.


Antasari Azhar. Foto: MI/M Irfan

Selama ini, Antasari dituding pengirim pesan singkat tersebut. Antasari divonis membunuh Nasrudin. Namun hingga bebas dari penjara, Antasari membantah semua tuduhan termasuk mengirim pesan singkat berisi ancaman ke Nasrudin.

Ke luar kantor Bareskrim, Antasari blakblakan terkait kasus yang mengirimnya ke penjara. Ia menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahu kasus pembunuhan Nasrudin.

"Beliau tahu perkara saya, beliau perintahkan siapa untuk kriminalisasi Antasari. Siapa lakukan apa. Pak SBY jujur lah, terbuka lah kepada publik," kata Antasari.

SBY tak terima ocehan Antasari. Ia melaporkan balik Antasari ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Terkait laporan SBY, polisi menyebut masih dipelajari penyidik.




(UWA)