Jimly Mengaku Pansel Komnas HAM dapat Calon Titipan dari Pemerintah

Damar Iradat    •    Rabu, 17 May 2017 21:34 WIB
komnas ham
Jimly Mengaku Pansel Komnas HAM dapat Calon Titipan dari Pemerintah
Ketua Pansel Calon Anggota Komas HAM Periode 2017-2022, Jimly Asshiddiqie (tengah) didampingi para anggota pansel dari kiri Zoemrotin Susilo, Harkristuti Harkrisnowo, Siti Mudah Mulia, dan Makarim Wibisono, mengumumkan hasil seleksi tahap II calon anggot

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Panitia seleksi calon komisioner Komnas HAM periode 2017-2022 Jimly Asshiddiqie mengakui ada calon titipan dari pemerintah. Namun, ia menegaskan, semua calon komisioner memiliki kesempatan yang sama.

"Ada (calom titipan pemerintah), tapi kan kita iya-iyain saja," kata Jimly di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Mei 2017.

Jimly mengaku, saat dititipi, ia mengatakan tak bisa memuluskan langkah calon titipan tersebut. Ia menegaskan pansel harus bersikap objektif dalam menentukan calon, dan keputusannya pun harus kolektif dari anggota pansel yang lain.

Selain itu, ia juga sempat mendapat masukan agar tak meloloskan calon-calon petahana. Hal ini, lantaran Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 dinilai tidak menunjukkan perbaikan di lembaga itu.

"Ada masukan supaya incumbent jangan ada yang lolos, tapi kan nggak bisa begitu. Harus adil, tidak boleh kita perlakukan diskriminatif," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mengakui jika secara kuantitas, pendaftar calon komisioner menurun. Namun, secara kualitas menigkat pesat.

Seiring dengan berubahnya dimensi pemenuhan HAM yang beralih ke soal ekonomi, sosial, dan budaya, Jimly mengaku banyak calon yang menguasai bidang-bidang tersebut.

"Artinya pengalaman di bidang ekosob, agraria, buruh migran. Dosen juga banyak yang bagus-bagus. Calonnya relatif bagus-bagus, tapi kita harus milih 28 orang saja," tutur Jimly.

Seleksi calon komisioner Komnas HAM memasuki tahap ketiga dengan tersisa 60 peserta. 60 peserta tersebut dijadwalkan mengikuti uji publik pada Rabu, 17 Mei 2017 dan Kamis, 18 Mei 2017.

Usai uji publik, tim pansel akan menyeleksi lagi hingga tersisa 28 calon. Kemudian, selanjutnya tim akan melakukan wawancara dan psikotest dan memilih 14 orang.

Nama 14 orang yang lolos seleksi tersebut akan diserahkan ke DPR. Nantinya, hanya akan ada tujuh komisioner baru untuk kepengurusan periode 2017-2022.


(REN)