Menristek Dikti Minta Seluruh Pembuat Ijazah Palsu Ditangkap

Dheri Agriesta    •    Sabtu, 12 Aug 2017 03:00 WIB
pemalsuan ijazah
Menristek Dikti Minta Seluruh Pembuat Ijazah Palsu Ditangkap
lustrasi pemalsuan ijazah, MI/ Agus Utantoro

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi kembali mengungkap pembuatan ijazah palsu di Tambora, Jakarta Barat. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir tegas meminta pelaku kecurangan tersebut ditangkap.

"Tidak boleh ada kecurangan, harus habis ditangkap," kata Nasir di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat 11 Agustus 2017.

Nasir menyerahkan penindakan terhadap pemalsu ijazah kepada Kepolisian. Nasir juga awas dengan potensi penyalahgunaan ijazah ini.

Padahal, pemerintah telah melakukan beragam tindakan seperti pemberian hologram kepada ijazah yang hendak diterbitkan. Namun, selalu ada cara bagi pemalsu ijazah untuk berbuat nakal.

"Semuanya orang yang namanya mau berbuat jahat, semua cara dilakukan," kata Nasir.

Nasir juga telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum agar ijazah palsu tak disalahgunakan oleh calon wakil rakyat. Mereka yang menggunakan ijazah palsu akan ditindak oleh polisi.

Selain itu, Nasir juga mengingatkan, pemerintah telah memiliki pangkalan data untuk mengecek keaslian ijazah seseorang. Publik yang merasa ragu dengan ijazah seseorang bisa memanfaatkan layanan ini.

"Silahkan cek di pangkalan data, biasanya namanya sistem penilaian civil, sistem evaluasi ijazah secara online dan tak datang ke kantor. Jadi nanti dicek, apakah terdaftar lulusan sana," jelas Nasir.

Polda Jawa Barat menggerebek sebuah rumah di Gang Siaga I, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa 8 Agustus. Penggerebekan dilakukan setelah polisi berhasil mengungkap kasus pemalsuan ijazah di Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan, Ditreskrim Polda Jabar mengungkap sebuah kasus penggelapan atas laporan dari manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Barat. Bank tersebut merasa ada kebocoran anggaran sebesar Rp34 miliar.


(DEN)