KPK Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Irman Gusman

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 21 Sep 2016 12:18 WIB
irman gusman ditangkap
KPK Belum Terima Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Irman Gusman
Ketua DPD RI Irman Gusman di Gedung KPK. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah anggota DPD RI kabarnya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Ketua DPD nonaktif Irman Gusman. Namun, permohonan itu hingga kini belum diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Kami belum menerima surat dari teman-teman DPD," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).
 
Agus berjanji tidak akan bersikap diskriminatif jika telah menerima surat permohonan itu. KPK, kata dia, akan mempelajari untuk mempertimbangkan apakah penangguhan itu bisa diberikan atau tidak.
 
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan, penangguhan penahanan tergantung dari penyelidikan dan penyidikan dalam kasus yang menjerat Irman. Namun, jika melihat dari pengalaman, KPK belum pernah memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka korupsi.
 
"Bisa saja dipertimbangkan, tapi biasanya OTT (operasi tangkap tangan) itu hampir tidak pernah ada penangguhan perkara," kata Laode.
 
Laode mengatakan, KPK tak pernah memberikan penangguhan penahanan karena penyidik memiliki waktu yang terbatas untuk melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan. "Biasanya enggak diberikan penangguhan penahanan," ujar Laode.
 
Sebelumnya, sejumlah anggota DPD menggalang tanda tangan agar KPK menangguhkan penahanan Ketua DPD Irman Gusman. Penggalangan tanda tangan itu diyakini akan terus bertambah.
 
"Dari hasil di grup WhatsApp tadi malam sudah 60 lebih (anggota DPD) yang tanda tangan," kata anggota DPD I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Senin 19 September.

 

Menurut Senator asal Bali ini, penggalangan dilakukan berdasarkan solidaritas yang tumbuh dengan sendirinya di masing-masing individu anggota. Penggalangan ini sebagai strategi mempertanyakan penangkapan Irman yang masih dianggap janggal.
 
Sabtu, 17 September, Irman Gusman dicokok KPK. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.
 
Kasus ini bermula saat KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Fahrizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.
 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Fahrizal buat membantunya dalam persidangan. Fahrizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)

Tak Dukung Ahok, Novanto: Ada Sanksi untuk Kader Golkar

Tak Dukung Ahok, Novanto: Ada Sanksi untuk Kader Golkar

31 minutes Ago

Para kader, kata Novanto, terikat pakta integritas sehingga wajib menindaklanjuti keputusan par…

BERITA LAINNYA
Video /