Salah Satu Penyerang Polres Dharmasraya Diduga Anak Perwira Polisi

Deny Irwanto    •    Senin, 13 Nov 2017 12:41 WIB
terorismeaksi radikal isis
Salah Satu Penyerang Polres Dharmasraya Diduga Anak Perwira Polisi
Wakapolri Komjen Syafruddin--Yadi

Jakarta: Polisi masih melakukan identifikasi jaringan dua pelaku penyerangan dan pembakar Mapolres Dharmasraya. Dua pelaku tersebut yaitu, ESA, 24 dan SES, 25.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, salah satu di antara pelaku merupakan anak dari seorang perwira polisi. "Iya betul (anak perwira polisi). Tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya," kata Syafruddin di Polda Metro Jaya, Senin 13 November 2017.

Syafruddin tidak merinci identitas orangtua dari salah satu pelaku tersebut. Namun orangtuanya pelaku dilakukan investigasi secara mendalam.

Hingga kini, belum bisa disimpulkan asal kelompok dua pelaku. Menurutnya. Tim Densus 88 masih menelusuri jaringan dan kelompok dua pelaku.


Sebelumnya, Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yulianto mengatakan, pihaknya menemukan atribut ISIS yang digunakan pelaku saat melakukan penyerangan. Menurut Rudy, atribut ditemukan setelah pihaknya melumpuhkan pelaku.

Menurut Rudy, saat terjadi penyerangan, keduanya juga meneriakan kalimat takbir dan thagut kepada petugas. "Saku di salah satu pelaku kita temukan sepucuk selembar surat (pesan jihad)," kata Rudy Yulianto saat dihubungi Primetime News Metro TV, Minggu 12 November 2017.

Baca: Pelaku Penyerangan Polres Dharmasraya Kenakan Simbol ISIS

Markas Polres Dhamasraya Sumatera Barat diserang dua orang tidak dikenal. Seluruh bangunan Mapolres ludes terbakar.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, peristiwa terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.45 WIB. Api diduga berasal dari ruangan belakang Mapolres.

Personel piket SPK Mapolres Dhamasraya melihat gumpalan asap tebal. Seketika petugas coba memadamkan api sembari mencari pertolongan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres Dharmasraya untuk memadamkan api yang masih berkobar. Saat proses pemadaman, seorang anggota polisi melihat dua orang mencurigakan membawa busur panah di dekat lokasi. Anggota polisi, kata Rikwanto, langsung melakukan pengepungan.

Kedua orang berbaju hitam itu coba melawan dengan melesatkan sejumlah anak panah. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun mereka bergeming.


(YDH)