Tiga Perintah Kapolri soal Pemberantasan Narkoba

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:50 WIB
narkoba
Tiga Perintah Kapolri soal Pemberantasan Narkoba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Medcom.id/Yona

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajarannya tegas dalam pemberantasan narkoba. Belakangan, kasus narkoba kembali marak baik peredaran maupun pengonsumi.

"Pertama,untuk para pemakai narkoba terus kita tindak tegas. Salah satunya dengan penanganan komprehensif mulai dari upaya mengurangi yaitu dengan melakukan kampanye-kampanye pencegahan dan lain lain," tegas Tito di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 15 Februari 2018.

Tito juga meminta jajarannya maksimal melakukan pencegahan. Razia perlu dilakukan di lokasi hiburan yang terindikasi menyediakan tempat maupun barang haram tersebut.

"Diduga ya! Jangan di setiap tempat hiburan main gerebek aja. Nah, di sana kita lakukan pencegahan," ujar bekas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu.

Perintah kedua merupakan penindakan tegas bagi bandar narkoba. Mereka yang tak patuh pada aparat harus dilumpuhkan.

"Saya sudah perintahkan kalau ada bandar-bandar narkoba yang melawan, ya sudah tembak saja. Tindak tegas seperti yang kemarin sudah kita lakukan," tegas eks Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu.

Tito juga menegaskan tak boleh ada warga negara asing (WNA) yang menyerbu Indonesia dengan obat-obatan terlarang. Keterlibatan WNA belakangan meningkat bahkan berani menyelundupkan ratusan hingga ribuan kilogram barang haram itu.

Terakhir,Tito menekankan pada upaya rehabilitasi. Semua lembaga harus bekerja sama dalam konteks ini.

"Merehabilitasi mereka yang terkena. Kita perlu ada upaya komprehensif yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan instansi-instansi pemerintah lain serta masyarakat," ucap Tito.


(OJE)