Masyarakat Belum Paham Bahaya PCC

   •    Rabu, 06 Dec 2017 07:03 WIB
pil maut pcc
Masyarakat Belum Paham Bahaya PCC
Ilustrasi PCC/ANT/Dewi Fajriani

Jakarta: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso prihatin karena obat penenang yang terbuat dari paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC) belum juga dimasukkan ke kategori narkotika. Pasalnya, efek PCC hampir sama dengan narkotika jenis baru yakni flaka.

"Ini bukan narkotika tapi dampaknya bisa mabuk kalau dicampur dengan kafein dan minuman seperti zombie. Efeknya sama seperti flaka," terang Waseso seperti dilansir Media Indonesia, Rabu, 6 Desember 2017.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Danianto juga menambahkan, PCC belum dimasukkan ke kategori narkotika jenis padahal efeknya bisa membuat saraf motorik terganggu dan menimbulkan histeria kepada penggunanya.

"PCC banyak digunakan sebagai obat untuk kejang dan capek yang sifatnya membuat tenang. Tapi banyak yang menyalahgunakan dengan minum empat butir dicampur dengan minuman keras atau minuman energi sehingga efeknya jadi berbeda," jelasnya.

Penggunaan dan pembuatan PCC, lanjut Eko, sebenarnya sudah diatur dengan ketat oleh Kementerian Kesehatan melalui UU No 36/2009 tentang Kesehatan.

Namun pada praktiknya, banyak yang memproduksi pil tersebut secara ilegal karena jumlah pengonsumsi yang terus meningkat.

"Dalam Undang-Undang itu dijelaskan tentang bahan kimia berbahaya. Maka penjualan PCC tanpa resep dokter dapat diberikan sanksi pencabutan izin usaha. Produksinya pun tidak bisa sembarangan bahkan sudah dilarang," tegas Eko.

Ketua Indonesia Narchotic Watch Josmar Naibaho mengemukakan aparat harus meneliti lebih lanjut zat kimia yang tidak boleh bercampur dengan PCC. Selama ini masyarakat dan dunia medis resah dengan informasi PCC tergolong dalam jenis narkotika.

"Selama ini yang didengar oleh masyarakat adalah efek dari PCC seperti narkotika. Sebaiknya aparat juga harus menjelaskan dari penelitiannya, zat kimia apa saja yang tidak bisa bercampur dengan PCC," tuturnya.

Sebelumnya Budi Waseso mengungkapkan Tanah Air menjadi pasar empuk produsen narkotika jenis baru yang terus bermunculan. Setidaknya, 64 narkotika jenis baru yang masuk dan dikonsumsi di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 43 jenis sudah dikontruksikan dalam aturan hukum.


(OJE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA