Pencabutan Larangan Motor di Thamrin Dinilai Memecut Pembangunan

Nur Azizah    •    Selasa, 09 Jan 2018 18:36 WIB
pemprov dkitransportasipembatasan sepeda motor
Pencabutan Larangan Motor di Thamrin Dinilai Memecut Pembangunan
Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah. (Foto: MTVN/ Nur Azizah)

Jakarta: Pencabutan larangan sepeda motor melintas di Jalan Mohammad Husni (MH) Thamrin dinilai bisa memecut Pemprov DKI Jakarta supaya mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi. Dengan begitu, kemacetan di Ibu Kota bisa diurai.

"Kita ambil posisinya saja. Pencabutan larangan sepeda motor ini menjadi pecut untuk kita mempercepat pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit)," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2017.

Baca: Pengemudi Ojek Online Senang MA Batalkan Larangan Motor di Thamrin

Menurut dia, Jakarta bisa merealisasikan angkutan umum yang layak untuk warga, bila pembangunan transportasi berjalan cepat. Selain mempercepat MRT dan LRT, Pemprov DKI juga akan mengimplementasi OK Otrip. 

"Sesegera mungkin mengimplementasikan Ok Otrip. Nanti 15 Januari kita akan launching," ujarnya.

Pemprov DKI, lanjut dia, juga bakal mengebut perbaikan infrastruktur. Bukan hanya di kawasan MH Thamrin-Sudirman, tapi juga seluruh lokasi di Jakarta. 

"Lalu, pelaksanaan Electronic Road Pricing (ERP) juga harus dipercepat dan kita harus bisa mengendalikan parkir secara optimal," ungkapnya.

Andri yakin bila variabel transportasi makro berjalan dengan lancar, kemacetan akan berkurang. "Jadi kalau bicara transportasi makro tidak melulu membahas masalah pembatasan sepeda motor," pungkasnya.




(AZF)