Dinas Perumahan DKI akan Tertibkan Bangunan Rusun Alih Fungsi

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 14 Sep 2017 16:21 WIB
penertiban
Dinas Perumahan DKI akan Tertibkan Bangunan Rusun Alih Fungsi
Ilustrasi--Penertiban bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina - MTVN/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghuni yang mengalihfungsikan bangunan rumah susun (rusun) menjadi target selanjutnya Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta. Bangunan rusun dialihfungsikan bakal ditertibkan, usai penertiban bangunan liar.

Saat ini banyak ditemukan penghuni rusun melebarkan dan mengalihfungsikan hunian. Sebagai contoh, lantai dasar yang semestinya menjadi tempat usaha justru dijadikan tempat tinggal.

"Ini yang melanggar," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat DPGP, Meli Budi Astuti kepada Metrotvnews.com di Rusunami Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Kamis 14 September 2017.

Baca: Warga Rusun Bidara Cina Minta Pemerintah Bangun RPTRA

Dinas Perumahan akan memberikan surat peringatan kepada penghuni untuk membongkar sendiri bangunannya. "Kita akan berikan surat peringatan. Lantai dasar untuk hunian itu dilarang," tegasnya.

Menanggapi hal ini, salah satu penghuni Rusunami Bidara Cina di lantai dasar mengaku ia tidak tahu menahu larangan lantai dasar dijadikan hunian. Pasalnya, ia bukan orang pertama yang menghuni unit rusun di lantai dasar. "Dulu saya beli di sini enggak ada yang komentar apa-apa. Kenapa sekarang dilarang," jelas Yati salah satu penghuni.

Baca: Penertiban Bangunan Liar di Rusunami Bidara Cina Tanpa Perlawanan

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta menertibkan 331 bangunan liar di sekitar rusunami. Bangun itu tersebar di  Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan akan bertahap menggusur. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.
 
Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(YDH)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA