GMJ Ancam Duduki Balai Kota, Kapolda Siapkan Pengamanan Khusus

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:57 WIB
unjuk rasa
GMJ Ancam Duduki Balai Kota, Kapolda Siapkan Pengamanan Khusus
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Theddy Lhaksamana menemui demonstran dengan kendaraan roda dua. MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Massa Gerakan Muslim Jakarta mengancam akan menduduki Balai Kota. Ancaman itu direalisasikan jika dalam waktu seminggu kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak ditindaklanjuti oleh Bareskirim Polri.

Menanggapi ancaman tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan akan memberikan pengamanan khusus di Balai Kota. Sebab, Balai Kota termasuk objek vital negara yang harus dilindungi.

"Pasti kita antisipasi. Pengamanannya hampir sama. Tapi kalau ini ring satu. Jadi kita akan menggunakan pengamanan khusus. Kalau mereka lebih banyak, kita juga akan lebih banyak juga," kata Iriawan usai demo massa Gerakan Muslim Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).


Suasana unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016). MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Iriawan lebih mengutamakan pendekatan dialog dengan pemimpin aksi untuk menyelesaikan masalah ini. Siang tadi, Iriawan turun langsung mengawasi dan memberikan arahan agar aksi berjalan tertib dan damai.

Sebelumnya, Ketua Front Pembela Islam Habieb Rizieq mengultimatum aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Ia mengancam, jika dalam seminggu permintaan para pendemo tidak dituruti, mereka akan menduduki Balai Kota DKI Jakarta.

Bahkan, ia mengancam akan mendirikan tenda dan menginap di depan kantor Ahok.

"Jika Ahok tidak ditindaklanjuti dalam seminggu ke depan, Jumat depan kami akan mendirikan tenda di depan Balai Kota," tegas Habib Rizieq.


(DRI)