Normalisasi Faktor Penting Atasi Banjir

Nur Azizah    •    Selasa, 09 Oct 2018 12:17 WIB
normalisasi sungai
Normalisasi Faktor Penting Atasi Banjir
Ilustrasi--Normalisasi--MI/Galih Pradipta

Jakarta: Hampir satu tahun ini proyek normalisasi mandek. Sebanyak 129 kelurahan pun terancam terendam.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan normalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengatasi banjir. Dengan normalisasi, lebar sungai dan kali menjadi 15 meter hingga 30 meter.

"Iya kali itu kalau normalisasi membuat kapasitas kali atau sungai lebih besar. Supaya bisa menampung debit banjir lebih banyak," kata Bambang saat dihubungi, Jakarta Pusat, Selasa 9 Oktober 2018.

Sementara kalau mengandalkan pengerukan semata, upaya pengendalian banjir tidak akan maksimal. Bambang mengatakan, pengerukan pun harus sering dilakukan agar tidak terjadi pendangkalan.

"Itu harus rutin, kalau dibiarkan kali jadi dangkal. Sedimentasi akan terus terjadi, karena air dari hulu kan umumnya sungai curam sehingga sering terjadi longsor, tererosi, erosi itu dibawa ke hilir," terang dia.

Baca: Ratusan Kelurahan di Jakarta Terancam Banjir

Bambang menyampaikan, normalisasi dan pengerukan harus terus berjalan. "Di normalisasi ada, pengerukan juga harus," pungkasnya.

Sementara itu, Pemprov DKI hanya mengandalkan pengerukan untuk mengantisipasi banjir. Ada sekitar 14 waduk yang tengah dikeruk dalam beberapa waktu terakhir.

14 waduk itu yakni Setu Babakan, Waduk Kampung Rambutan 1, Waduk Kampung Rambutan 2, Waduk Pondok Rangon, Situ Rawa Minyak, dan Waduk Cilangkap Gili Kencana. Ada juga Waduk Cimanggis, Waduk Jalan Kaja, Waduk Jalan Kaja II, Waduk Pekayon, Embung Aselih, Situ Rawa Minyak, dan Waduk Jagakarsa.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA