Jakarta Waspada DBD

Siti Yona Hukmana    •    Senin, 21 Jan 2019 06:00 WIB
demam berdarah
Jakarta Waspada DBD
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Jakarta: Seluruh wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Februari dan Maret 2019. Itu berdasarkan data prediksi probabilitas kesesuaian kelembapan udara.

"Sedangkan pada Januari yang masuk dalam kategori waspada terdapat di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti seperti dilansir dari Antara, Minggu, 20 Januari 2019.

Menurut Widyastuti, DBD diprediksi meningkat beberapa hari setelah musim hujan pada awal 2019. Untuk itu, perlu meningkatkan kewaspadaan dini.

Kasus DBD di Jakarta dari awal Januari-31 Desember 2018, tercatat 2.947 kasus DBD (Insidence Rate/IR=28,15/100.000 penduduk) dengan dua kematian (Case Fatality Rate/CFR= 0,07 persen). Wilayah yang memiliki IR tertinggi di Jakarta adalah Kepulauan Seribu, yakni 41,4/100.000 penduduk, disusul Jakarta Barat sebesar 37,0/100.000 penduduk. 

"Tindak lanjut guna mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD dengan melibatkan masyarakat bersama Pemprov DKI Jakarta," ujar Widyastuti.

Widyastuti mengatakan harus ada langkah-langkah yang dilakukan untuk pencegahan terjangkit DBD. Di antaranya, menyebarluaskan informasi kepada masyarakat menggunakan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) atau media sosial yang ada tentang waspada DBD dan pengendaliannya, yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Peningkatan sistem kewaspadaan dini penyakit DBD, melalui penguatan jejaring pelaporan kasus berbasis rumah sakit," ucap dia.

Kemudian, melakukan upaya-upaya pengendalian DBD dengan kegiatan peningkatan PSN 3 M (menguras, menutup, mendaur ulang) tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, serta kegiatan lainnya dalam mengurangi gigitan nyamuk. Lalu, memeriksa jentik oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik) minimal seminggu sekali.

"Serta pemutusan mata rantai penularan dengan fogging fokus pada kasus DBD dengan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) positif," pungkas Widyastuti.

Pemprov DKI saat ini bekerja sama dengan BMKG mengembangkan model prediksi angka DBD berbasis iklim. Prediksi angka itu dapat diakses melalui http://bmkg.dbd.go.id/. Pemodelan ini merupakan bentuk sistem kewaspadaan dini yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat dalam rangka antisipasi.


(AZF)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA