Polri Minta Buruh tak Demo pada 2 Desember

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:53 WIB
unjuk rasa
Polri Minta Buruh tak Demo pada 2 Desember
Irjen Boy Rafli Amar. Foto: MI/Galih P

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri meminta buruh tak unjuk rasa pada Jumat 2 Desember. Sebab, pada hari yang sama ada doa bersama di lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Tujuan doa bersama di Monas untuk keutuhan bangsa. Sedangkan unjuk rasa buruh, menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar, biasanya terkait pengupahan.

"Bila berbeda (tuntutannya) untuk dilaksanakan tidak pada hari yang sama. Bisa dikoordinasikan pada aksi berikutnya," kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Boy mengatakan itu bukan untuk menghalangi warga menyampaikan aspirasi. Tetapi, agar doa bersama di Monas bisa khusyuk. Ia berharap, serikat buruh memahami itu.

Terkait kemungkinan aksi massa disusupi kelompok teror, Boy mengatakan, sudah diantisipasi tim khusus. Polisi akan menindak orang-orang yang coba-coba mengacaukan suasana.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan akan tetap turun ke jalan pada Jumat. Presiden KSPI menuding Polri menodai hak berdemokrasi dengan melarang unjuk rasa.

"Kapolri, kapolda jangan menghalang-halangi. Aksi Bela Islam III boleh masuk pakai bus, kami juga harus boleh," ujar Said.

Menurut Said, tuntutan massa buruh dengan ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sama, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

GNPF yang di dalamnya antara lain Front Pembela Islam, awalnya ingin salat Jumat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Aksi ini lanjutan dari unjuk rasa Jumat 4 November.

Ketika itu, massa ormas menuntut penegak hukum memproses kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Polisi menjadikan Ahok tersangka, tetapi tidak ditahan. Para petinggi GNPF tidak puas Ahok hanya jadi tersangka, mereka ingin Ahok juga ditahan.


(TRK)