OK OCE Global Office Dibentuk Tanpa Anggaran DKI

Haifa Salsabila    •    Rabu, 14 Feb 2018 15:41 WIB
ok oce
OK OCE Global Office Dibentuk Tanpa Anggaran DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat peluncuran OK OCE Global Office. Foto: Medcom.id/Haifa Salsabila.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut OK OCE Global Office yang baru diresmikan dibentuk tidak menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov). Pembiayaan berasal dari swasta. 

“Bedanya Jakarta Creative Hub itu milik Pemprov, di sini (OK OCE Global Office) milik swasta,” kata Sandi di Kinanti Building, Jalan Epicentrum Tengah, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018. 

Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengamini pernyataan Sandi. Dalam perjalanannya nanti, dia memastikan OK OCE Global Office juga akan mandiri. 

“Jadi gabungan pemilik gedung, lalu pengelola virtual office sama PGO dan Komunitas Ganesha Maju Bersama ITB (GMB-ITB),” jelas dia. 

OK OCE Global Office memiliki beberapa fasilitas pendukung. Sarana itu berupa ruang rapat, fasilitas pelatihan wirausaha, coworking space, dan ruang seminar.

“Di halaman belakang gedung juga akan dibuat food court OK OCE yang akan mengajak para pelaku kuliner anggota OK OCE untuk menampilkan produk produk mereka,” sambung dia. 

Faransyah menjelaskan OK OCE Global Office adalah kerja sama PGO dan GMB-ITB. Nantinya, OK OCE Global Office akan dikelola PT Kinanti Utama Karya bekerja sama PT Utama Wadah Orientasi Karya. 

Baca: Sandiaga Yakin Pengusaha Baru akan Mengubah Jakarta

OK OCE Global Office juga didukung Telkom Group yang bekerja sama dengan OK OCE Tech. Mereka akan untuk meluncurkan beberapa solusi digital seperti, Blanja.com dan Smarteye.id. 

Sandiaga berharap keberadaan OK OCE Global Office dapat merealisasikan terget 200 ribu wirausaha baru. Ia yakin para wirausaha tersebut dapat mengubah Jakarta menjadi lebih baik. 

“Keberadaan OK OCE Global Office ini kian menguatkan partisipasi kelompok masyarakat dalam merealisasikan target 200.000 wirausaha baru bagi warga DKI Jakarta hingga tahun 2022,” kata Sandi.


(OGI)