PKS Harap Tes Cawagub Bukan Upaya Penjegalan

Nur Azizah    •    Kamis, 08 Nov 2018 13:15 WIB
Pengganti Sandiaga Uno
PKS Harap Tes Cawagub Bukan Upaya Penjegalan
DKI Jakarta ilustrasi - Medcom.id

Jakarta: Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi berharap uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon wakil gubernur DKI Jakarta bukan upaya penjegalan kader PKS. Ia berprasangka baik uji kelayakan itu hanya mekanisme biasa.

"Kita berprasangka baik saja. Pak Taufik (M. Taufik) bilang, itu mekanisme yang ada di Gerindra. Di Gerindra akan ada fit and proper test maka ya kita ikutin, bukan bermakna untuk menjegal," kata Suhaimi saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Suhaimi mengaku uji kelayakan dan kepatutan itu diterapkan Gerindra dalam penetapan calon apa pun. Pembentukan badan uji kelayakan dan kepatutan itu disepakati setelah DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI bertemu pada Senin, 5 November 2018. 

Baca juga: Taufik: Gerindra Masih Berpeluang Usulkan Wagub DKI

Anggota Majelis Syuro DPP PKS Triwisaksana menilai uji kelayakan dan kepatutan untuk calon wakil gubernur DKI Jakarta tak perlu dilakukan. Dia menilai uji itu sama saja menganggap remeh kader PKS.

"Tidak perlu fit and proper test, karena itu ada anggapan bahwa cawagub tidak proper, tidak capable," kata Triwisaksana di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018.

Dia menyebut Partai Gerindra tak berhak melakukan uji kelayakan. Uji kelayakan, kata dia, hanya diperlukan bila mencari Direktur BUMD atau kepala dinas.

"Ini kan wakil gubernur. Mana ada wakil gubernur, kepala daerah di tempat lain dites dulu?" tandas dia.


(REN)