Pendalaman Kali tak Efektif Hadapi Ancaman Banjir

Lis Pratiwi    •    Jumat, 14 Jul 2017 09:46 WIB
normalisasi kali krukut
Pendalaman Kali tak Efektif Hadapi Ancaman Banjir
Bagian kali yang sudah dinormalisasi. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) berencana melakukan normalisasi 13 kali di sepanjang aliran sungai Ciliwung-Cisadane. Normalisasi dinilai lebih efektif hadapi banjir dibanding pendalaman kali.

"Kalau cuma pendalaman percuma, tetap saja meluap," kata Robby Dwi, staf pemeliharaan Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan kepada Metrotvnews.com, Kamis 13 Juli 2017.

Menurutnya, pendalaman bisa menimbulkan kondisi bottle neck. Robby menggambarkan, saat ini di beberapa titik sudah dilakukan pelebaran, jika bagian sungai berikutnya hanya dilakukan pendalaman, otomatis air meluap saat aliran menyempit. "Sungai itu mesti lebar," kata Robby.

Salah satu contoh adalah kawasan Petogogan, Jakarta Selatan. Robby mengatakan, kawasan ini merupakan salah satu titik paling parah di sepanjang aliran Kali Krukut yang melintasi Jakarta Selatan.

"Bahkan ada yang lebar kalinya hanya sekitar tiga meter, panjang alirannya sekitar lima meter, sempitnya memang karena rumah warga," pungkas Robby.

Normalisasi Kali Krukut sudah berlangsung lama. Bahkan di tahun 2000, sudah dilakukan normalisasi beberapa titik di segmen banjir kanal barat sampai Jalan Gatot Subroto sekitar 25 meter di setiap titiknya.


(TRK)