Ustaz Arifin Ajak Masyarakat Jadikan Ramadan Bulan Introspeksi

   •    Jumat, 19 May 2017 14:50 WIB
ramadan 2017
Ustaz Arifin Ajak Masyarakat Jadikan Ramadan Bulan Introspeksi
Ustaz Arifin Ilham. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Ustaz Arifin Ilham mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen untuk memperbaiki diri. Saling menghormati satu sama lain, tanpa merasa menjadi yang paling suci.
 
"Allahuakbar, hanya Allah yang Maha Sempurna. Hidup bahagialah dengan menjalankan perintah Allah, Quran dan menjalankan sunah Rasul. Bersyukurlah hidup dalam kebhinnekaan. Hormati perbedaan, keyakinan, tanpa merasa diri paling suci. Tunjukkan kemuliaan akhlak, karena kemuliaan hanya milik Allah," kata Arifin kepada Metro TV, Jumat 19 Mei 2017.
 
Arifin mengatakan, Ramadan adalah bulan suci yang ditunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Dia mengajak semua Muslim menjadikan Ramadan sebagai bulan introspeksi diri.
 
"Ini bulannya mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul dengan Qurannya. Bulan ampunan, bulannya syiar Islam. Ini bulan hijrah menuju perbaikan. Seluruh dunia menyambut Ramadan dengan gembira dan bahagia," ujarnya.
 
Arifin menegaskan, Muslim yang baik adalah Muslim yang menghormati perbedaan. Muslim yang baik pasti penyayang, menjaga kesatuan Indonesia. Ia mengungkapkan, Ramadan bulan sejuk, semua orang yang beriman pasti memiliki hati yang sejuk.
 
"Mendekatkan diri kepada Allah hingga dipercikkan sifat arrahman arrohim. Hamba yang taat diberi rahmat dan lahirlah sifat kasih sayang, memaafkan, baik sangka dan sibuk memperbaiki diri. Tak tertarik mencari aib orang lain," katanya.
 
Ia mengimbau umat Muslim menggelorakan semangat memperbaiki diri, karena kesempurnaan hanya milik Allah. "Ramadan bulan kesadaran, tidak ada energi yang paling kuat kecuali energi memperbaiki diri, keluarga, masyarakat dan negeri yang kita cintai. Semua punya kesempatan yang sama buat memperbaiki diri," katanya.
 
Arifin menegaskan, kegelapan tidak akan terang dengan caci maki. Dia mengajak semua pihak saling menjaga, saling mencitai, menyebarkan kasih sayang. "Pemerintah memperbaiki diri, rakyat memperbaiki diri, ulama memperbaiki diri, semua punya semangat itu. Ramadan bulan kebaikan, yuk hijrah menuju kebaikan. Itu tandanya hamba yang gembira dan cinta Ramadan," ujarnya.
 


(FZN)