Ada Rumah Parasit di Sekitar Rusun Petamburan

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 15:35 WIB
bangunan liarrusun
Ada Rumah Parasit di Sekitar Rusun Petamburan
Warga membongkar bangunan semipermanen di area Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta, Rabu (13/9/2017). Foto: Antara/Aprillio Akbar

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 85 bangunan liar berdiri di sekitar Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta bakal meratakannya dengan tanah 22 November nanti.

Pantauan Metrotvnews.com, bangunan-bangunan liar itu ada yang semipermanen hingga permanen. Rumah itu tersusun mirip petak kontrakan. Bangunan tersebar tepat di belakang Blok I Dan Blok II Rusun Petamburan.

Dari pintu gerbang, keberadaan bangunan liar tak tampak. Namun, setelah ditelusuri hingga ke belakang, rumah itu terlihat bak parasit. Bangunan liar itu tertutup oleh tingginya rusun.

Salah satu penghuni bangunan liar, Royani, 67, menolak disebut sebagai penghuni liar. Menurutnya, para penghuni yang mendirikan bangunan di sekitar rusun adalah warga asli Petamburan yang menjadi korban penggusuran.

"Dulu kami digusur, dijanjiin bisa tempatin rusun setahun kemudian. Tapi, lima tahun kami enggak dapet rusun. Terpaksa bangun di sini," kata Royani kepada Metrotvnews.com di Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Royani. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu

Penghuni lainnya, Sumiyati, pun menolak disebut warga liar. Ia menjelaskan unit rusun yang ia huni tak mampu menampung seluruh anggota keluarganya. Sementara, satu unit rusun hanya terdiri dari satu kamar, kamar mandi, ruang tamu, dan dapur.

"Suami saya pengurus di rusun. Kalau (tinggal) di rusun semua enggak cukup. (Bangunan) ini enggak mengganggu juga kok," kata Sumiyati.


Sumiyati. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta akan menertibkan 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami) Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Penggusuran dilakukan bertahap. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II (20 September), Tanah Tinggi (11 Oktober), dan Karet Tengsin I (18 Oktober). Kemudian, Rusunami Tambora III (8 November) serta Petamburan (22 November).

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(UWA)