22 Ribu WargaNet Tandatangani Petisi Bebaskan Acho

Arga sumantri    •    Rabu, 09 Aug 2017 18:06 WIB
pencemaran nama baik
22 Ribu WargaNet Tandatangani Petisi Bebaskan Acho
Apartemen Green Pramuka City. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Beredar petisi meminta pengelola Apartemen Green Pramuka City menyetop kasus yang menyeret komedian Muhadlky MT alias Acho. Acho dinilai tidak bersalah dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.
 
Metrotvnews.com menerima petisi yang disebar melalui situs petisi online change.org. Hingga pukul 17.26 WIB, petisi itu sudah ditandatangani 22.489 wargaNet.
 
Petisi dibuat oleh Damar Juniarto selaku Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) pada 6 Agustus 2017. Damar membuat petisi itu dengan judul 'Stop Pidanakan Konsumen dan Segera Bebaskan Acho #AchoGakSalah #StopPidanakanKonsumen'.
 
Berikut isi lengkap petisi untuk Acho:
 
'Sudah jatuh tertimpa tangga, ditambah kerubuhan batu bata…
 
Itulah yang dialami teman saya, Acho, nama panggilan dari komika Muhadkly MT yang menulis kerugian yang dialaminya saat menjadi penghuni unit apartemen di Green Pramuka Apartemen sejak tahun 2014.
 
Yang ditulis Acho di blog muhadkly.com sebenarnya sama seperti keluhan penghuni apartemen Green Pramuka lain yang merasa ada ketidak konsistenan dari janji yang dibicarakan kepadanya saat awal membeli apartemen tersebut dengan kondisi yang dialaminya, semisal soal sertifikat, ruang terbuka hijau, fasilitas parkir, IPL.
 
 

Kenapa Acho menulis di blog?

Baca: Green Pramuka City Akui Penghuni tak Punya Sertifikat Hak Milik

Karena Acho tidak ingin ada lagi orang yang terjebak oleh bujuk rayu dan kemudian memutuskan membeli unit apartemen di Green Pramuka Apartemen seperti dirinya. Ia lakukan ini untuk kepentingan publik, makanya di tulisannya ada bukti-buktinya, bukan sekedar opini tanpa dasar.
 
Makanya, saya kaget waktu 27 April 2017 Acho bilang dia dipanggil Cyber Crime Polda Metro Jaya untuk kasus hukum. Rupanya sejak  5 November 2015, Acho sudah dilaporkan oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum dari PT Duta Paramindo Sejahtera (pengelola Apartemen Green Pramuka) dengan laporan pencemaran nama baik pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah pasal 310-311 KUHP. Dua tahun lebih tidak ada kabar, rupanaya laporan yang lemah itu malah dilanjutkan dengan penyelidikan dan penyidikan polisi, dan ujungnya Acho akan segera disidangkan dalam waktu dekat.
 
Saya menilai Acho tidak bersalah. Sebagai konsumen dan pembeli unit apartemen di Apartemen Green Pramuka, Acho berhak untuk menyampaikan keluhan. Lagipula Acho bukan dengan sengaja sedang melakukan tindak fitnah dan pencemaran nama baik, namun ia sedang mengungkap kebenaran demi kepentingan publik. Hal seperti ini dalam perundang-undangan kita dilindungi dan tidak bisa diadukan dengan pasal pencemaran nama baik.
 
Maka melalui petisi ini, saya ajak siapapun yang sependapat bahwa Acho sebagai konsumen sebaiknya tidak dipidanakan untuk mendesak pihak pengelola Apartemen Green Pramuka untuk menghentikan perkara dan pihak kepolisian Polda Metro Jaya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat membebaskan Acho dari tuntutan hukum.
 
Jakarta, 6 Agustus 2017
 
Damar Juniarto
 
Regional Coordinator SAFEnet"

Baca: Green Pramuka City Ogah Mencabut Laporan terhadap Acho

Damar menyebut petisi itu akan dikirim ke PT. Duta Paramindo Sejahtera (PT. DPS), selaku Pengelola Apartemen Green Pramuka. Petisi juga dikirim ke Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Didik Istianta, dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz.
 
Polemik Acho dan pengelola Apartemen Green Pramuka City segera disidangkan. Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap alias P21. Acho menjadi tersangka kasus itu.
 
Kasus ini berawal dari tulisan Acho mengenai Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat, pada 2015 lalu. Acho selaku penghuni apartemen mengaku kecewa lantaran pengelola tindak konsisten terkait fasilitas ruang terbuka hijau. Semua dituangkan Acho dalam tulisan yang dipublish melalui blog.
 
Tulisan itu berujung pada pelaporan polisi. Acho dilaporkan oleh Danang selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera yang mengelola apartemen tersebut ke polisi, pada November 2015. Acho dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik dan dijerat Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, 311 KUHP.


 


(FZN)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA