Beda Efek Underpass Mampang dengan Matraman

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 11 Apr 2018 10:41 WIB
proyek underpass
Beda Efek Underpass Mampang dengan Matraman
Underpass Mampang-Kuningan. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Jakarta: Uji coba jalur lintas bawah (Underpass) Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan, berhasil membuat arus lalu lintas (lalin) di lokasi menjadi lancar. Hal ini berbeda dengan uji coba di Underpass Matraman, Jakarta Timur, kemarin.

Underpass Matraman dibangun untuk mengurai dampak kemacetan di simpang Matraman. Namun, rekayasa lalu lintas yang diterapkan justru membuat simpul kemacetan baru di titik ruas jalan lainnya, seperti di Jalan Tambak, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan nasib Underpass Mampang berbeda. Kemacetan yang biasa menghiasi jalur Mampang menuju Kuningan ini justru lenyap setelah uji coba Underpass Mampang diterapkan dalam hitungan menit. 

"Sejauh ini positif lancar-lancar saja. Antrean begitu panjang lima menit sudah clear," kata Yusmada di pintu masuk Underpass Mampang, Rabu, 11 April 2018.

Hal itu lantaran rekayasa lalu lintas yang diterapkan di lokasi ini tergolong lebih sederhana tanpa adanya perubahan rekayasa yang masif. Sementara itu, pada proyek uji coba Matraman, pihaknya megimprovisasi rekayasa lalu lintas secara masif.

Baca: Uji Coba Underpass Mampang tak Buat Kemacetan Baru

"Di sini perubahannya lebih sederhana ya. Perubahan lalu lintas tidak begitu banyak. Di Matraman kemarin, sekalian ada pengaturan baru lalin. Proklamasi dibikin dua arah," beber Yusmada.

Perubahan masif dan mendadak mengakibatkan pengendara yang biasa melintasi jalur di Matraman bingung. Arus lalu lintas, kata dia, menjadi semakin semrawut lantaran banyak pengendara yang melambatkan kecepatan kendaraannya untuk bertanya kepada petugas yang berjaga di lokasi terkait perubahan arus lalu-lintas.

Namun, ketika masyarakat sudah tersosialisasikan dengan baik, arus lalu lintas di sekitaran Matraman berubah menjadi lebih kondusif. Meskipun, ini memerlukan waktu yang cukup lama.

"Kemarin itu karena ada pengondisian dulu kan. Namun ketika masyarakat sudah banyak yang tahu, kira kira pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB sudah lancar," ungkap dia.



(OGI)