Undi 50 Unit Rusunawa, Djarot Ingatkan Uang Sewa

Intan fauzi    •    Jumat, 15 Sep 2017 18:43 WIB
rusunawa
Undi 50 Unit Rusunawa, Djarot Ingatkan Uang Sewa
Rusunawa Pulogebang. Foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membagikan 50 unit rumah susun sewa (rusunawa) untuk warga umum dengan cara diundi. Namun, saat pengundian, Djarot menanyakan dulu kesiapan warga untuk membayar iuran sewa.

Djarot tak ingin tunggakan uang sewa terulang kembali. Per Juni 2017, jumlah tunggakan rusunawa Rp32 miliar. Karena itu, Djarot menanyakan kesiapan tiga calon penghuni rusunawa yang dipilih untuk menerima pengundian unit rusunawa secara simbolis.

"Ibu bersedia merawat? Bersedia membayar sewa?" tanya Djarot kepada salah satu calon penghuni rusunawa bernama Marwati di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Marwati pun bersedia. Djarot menanyakan berapa biaya sewa rumah Marwati sebelumnya. Marwati menjawab, ia menyewa sebuah rumah petak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, senilai Rp750 ribu per bulannya. Rumah itu terdiri satu kamar tidur dan kamar mandi kecil. Ada lima orang yang menghuni rumah Marwati.

Adapun biaya iuran rusunawa yakni Rp341-500 ribu per bulan. Biaya itu tentu lebih murah. "Alhamdulillah, ya, bu disyukuri dapat rusun," ujar Djarot.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Foto: Metrotvnews.com/Intan Fauzi

Djarot meminta pada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan membuat perjanjian dulu dengan warga sebelum mereka menerima rusunawa. Pastikan warga bersedia membayar iuran.

"Saya minta pak Agustino, itu ada semacam perjanjian untuk ikut membantu di dalam iuran pengelolaan lingkungan (IPL). Kalau enggak bersedia enggak usah karena masih banyak yang nunggu," ucap Djarot.

Kurang bersyukur

Mantan Wali Kota Blitar itu mengungkapkan ada warga yang tak bersedia membayar iuran gotong royong karena mereka kurang rasa bersyukur. Padahal, ketika masuk, mereka otomatis mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga kartu akses gratis TransJakarta.

"Mau pindah enggak apa-apa, silakan. Barangkali ada kontrakan lebih bagus dan lebih murah. Maka semakin seperti itu peluangnya (mendapatkan rusun) semakin banyak," ujar Djarot.

Djarot juga meminta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Edison Sianturi untuk mengganti kartu keluarga (KK) penghuni rusunawa yang baru. Supaya mereka tak sembarangan membawa kerabat ke rusunawa.

"Ini yang harus dikendalikan. Pak Edison tolong diubah KK, alamat KTP, sehingga di situ sesuai KTP dan KK," tukas Djarot.


(UWA)