Menilik Faktor Penyebab Kekerasan yang Dilakukan Orang Terdekat

   •    Senin, 13 Nov 2017 10:08 WIB
penembakan
Menilik Faktor Penyebab Kekerasan yang Dilakukan Orang Terdekat
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dr Helmi terhadap istrinya dr Letty menggunakan senjata api menyedot perhatian publik. Aksi penembakan berujung kematian ini menambah deretan panjang kasus kekerasan di Indonesia yang dilakukan oleh orang terdekat.

Psikolog Forensik Reza Indragiri mengungkap ada banyak spekulasi yang melatarbelakangi mengapa banyak kasus kekerasan dilakukan oleh orang terdekat.

Pertama, bicara tentang seorang amatir yang tidak biasa memegang senjata kemudian panik dan tidak bisa mengendalikan perilakunya sehingga sekian peluru akhirnya harus diletuskan.

"Atau kita sedang bicara tentang seorang dengan kondisi kurang waras ketika melakukan aksinya. Kurang waras bukan berarti gangguan jiwa atau gila tapi bisa jadi akibat benturan atau baru saja mengonsumsi obat tertentu yang memengaruhi kesehatan," katanya, dalam Primetime News, Jumat 10 November 2017.

Baca juga: Pistol Jenis Revolver yang Digunakan Helmi Menembak Istrinya

Spekulasi terakhir, kata Reza, bisa jadi pelaku merasa tidak cukup hanya mencabut nyawa orang lain. Tetapi ada luapan dendam, sakit hati, kebencian atau perasaan negatif lain yang hanya bisa terpuaskan jika kesadisan itu diekspresikan.

Berkaca dari kasus dr Helmi, berdasarkan riwayat perilaku yang ditunjukkan sebelumnya, Reza menduga bahwa dokter spesialis itu memiliki kecenderungan berperilaku kekerasan tinggi.

"Dalam psikologi forensik ada kajian yang disebut penakaran risiko. Ketika Dia punya catatan penyalahgunaan obat, pernah melakukan kekerasan kemudian tidak mampu mengendalikan amarah, ini faktor risiko yang bisa kita simpulkan yang bersangkutan punya potensi melakukan bahaya lebih tinggi ketimbang kebanyakan orang," katanya.

Reza mengatakan, faktanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Terbukti, adanya undang-undang spesifik menunjukkan bahwa KDRT sudah menjadi masalah yang sangat kompleks skalanya di publik. Realitas lain, banyak kasus perceraian di pengadilan agama maupun pengadilan negeri dilatarbelakangi oleh KDRT.

Baca juga: Dokter Penembak Istri Meracau

Reza menyebut tindakan KDRT semestinya bisa dicegah. Taruhlah Kita sepakat bahwa faktor amarah bisa melatarbelakangi terjadinya kasus KDRT di Indonesia. Maka yang harus ditinjau adalah faktor pengelolaan emosi yang seharusnya bisa dikendalikan.

"Andaikan pengelolaan emosi tidak mujarab, pengendalian diri tidak mempan, bahkan kepemilikan senjata api tidak bisa dikendalikan, apa boleh buat perceraian menjadi solusi betapapun menjadi pilihan pahit," kata Reza.

Menurut Reza, yang perlu dipahami adalah bahwa KDRT merupakan lingkaran setan yang jika tidak diputus akan terus menerus berputar. Misalnya, hari ini seseorang mendapatkan perlakuan keji dari pasangannya atau orang terdekat lain di hari lain pelaku akan mengiba meminta ampun sehingga hubungan kembali baik seperti semula.

Namun, harus disadari bahwa ketenangan itu tidak akan berlangsung lama. Satu pemicu saja yang berujung pada konflik dapat memutar keadaan yang sebelumnya tenang menjadi ribut kembali hingga diwarnai benturan fisik. Situasi akan semakin mencekam saat salah satu pihak menguasai kepemilikan senjata api.

Baca juga: Dokter Penembak Istri Konsumsi Obat Penenang

"Ada teori yang mengatakan bahwa tanpa disertai motif kuat pun keberadaan senjata api di tangan sudah cukup kuat mendorong si empunya untuk menggunakannya sewaktu-waktu," jelas Reza.

Tapi terlepas dari itu, kata Reza, andaikan menangkap gelagat bahwa orang terdekat tidak mampu mengendalikan perilaku atau amarahnya, tidak ada keraguan sama sekali untuk mencari pertolongan di luar rumah. Baik ke lembaga advokasi maupun kepolisian sebagai jalan satu-satunya.




(MEL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

10 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA