Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Ahok - Djarot

Damar Iradat, Nur Azizah    •    Rabu, 21 Sep 2016 14:07 WIB
ahok-djarot
Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Ahok - Djarot
Megawati bersama Ahok dan Djarot sebelum deklarasi, Selasa malam 20 September 2016. foto: istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pemilihan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur merupakan hak prerogatif dirinya. Ia ingin seluruh kader mendukung keputusan tersebut.

"Kali ini saya menggunakan hak prerogatif saya. Saya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, memberitahukan jajaran dan meneruskan instruksi tersebut kepada jajaran bawah," kata Megawati sebelum mengantar Ahok - Djarot mendaftar ke KPU DKI di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Megawati menegaskan, instruksinya harus diikuti seluruh kader dengan mendukung Ahok - Djarot. Menurut dia, perlu pertimbangan matang dalam memilih pemimpin karena pemimpin adalah orang yang harus dikasihi rakyat.

Tidak kalah penting, menurut Megawati, seorang pemimpin juga harus memiliki rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi. Apalagi, PDI Perjuangan berideologi Pancasila dan menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika.

"Kami ingin mencari seseorang pemimpin daerah tanpa menimbulkan adanya Sara," ujar dia.

Soal dirinya ikut mengantar Ahok - Djarot mendaftar ke KPU DKI, Megawati mengatakan, pendaftaran Ahok - Djarot merupakan simbol dari pendaftaran 101 calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan di berbagai daerah.


Djarot mengaku tak menyangka Megawati menunjuk dirinya menjadi bakal calon wakil gubernur. Senin 20 September sekitar pukul 10.00 WIB, Djarot mendapat panggilan telepon dari Wakil Sekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga.

"Katanya, selamat ya mas. Saya kaget," kata Djarot. Djarot tak menanggapi ucapan selamat dari Eriko.

Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengaku merasakan sinyal akan ikut Pilkada DKI saat dirinya diperintah mengikuti sekolah partai. "Karena enggak semua kader ikut sekolah partai," tandasnya.


(TRK)

Video /