10.855 Taksi Daring Sudah Uji Kir

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 06 Nov 2017 17:36 WIB
polemik taksi online
10.855 Taksi Daring Sudah Uji Kir
Uji kir taksi online di UP PKB Pulogadung, Jakarta Timur. (Foto: MTVN/Arga Sumantri).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 10.855 angkutan sewa khusus (ASK) atau taksi daring sudah menjalani uji kir di Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Uji kir diwajibkan kepada seluruh pengemudi taksi daring setelah keluarnya Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Sejak Permenhub awal angkutan sewa khusus (ASK) sampai kemarin yang Permenhub 108 itu kami sudah melayani 10.855 uji kir ASK," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Sigit mengatakan, pihaknya sudah siap melayani uji kir sejak penegasan uji kir dengan tenggat tiga bulan ke depan. Bahkan, pihaknya membuka pelayanan di akhir pekan. Sebab, taksi daring diperkirakan bakal uji kir pada waktu tersebut.

Baca: ADO Tak Permasalahkan Uji Kir Mobil

Uji kir pun kini tak lagi seperti dulu, mesin diukir sebagai tanda. Sehingga menurunkan harga jual dan tak dapat pelayanan asuransi.

"Kita gunakan paneng uji yang direkatkan pada mesin. Ini kemampuannya tahan api. Ini lebih kepada identifikasi," kata Sigit.

"Prinsipnya tidak ada bagian mobil yang dilukai lah. Kami siap membantu uji kir, sesuai kuota kendaraan yang ditetapkan BPTJ‎," tambah dia.

Masalah uji kir ini mendapatkan pandangan berbeda dari pengemudi taksi daring. Ada yang paham soal imbauan itu dan bahkan melakukan uji kir. Misalnya, Nurwachidin, pengemudi UberX.

Saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Ia mengaku tidak keberatan dengan imbauan tersebut. Pertimbangannya, karena biaya yang dikenakan untuk uji coba kir tersebut diganti oleh pihak Uber. Ia sebagai warga negara yang taat kepada hukum juga tak melihat sesuatu yang mengganjal dari imbauan tersebut.

"Yang penting kalau ada pemeriksaan dari pihak yang berwajib, kita sudah punya surat bukti sudah uji coba kir, yang artinya kita patuh sama aturan," kata dia.

Baca: Provider Aplikasi Taksi Daring Harus Sosialisasi Permenhub 108/2017

Risman, salah seorang pengemudi Uber lainnya berpandangan berbeda. Ia mengaku tak menjalani aturan uji kelayakan buat kendaraannya itu. Meski sudah mengetahui mengenai ini jauh-jauh hari, Ia tak merasa uji kir diperlukan untuk kendaraan pribadi.

"Mobil saya ini kan mobil pribadi, mobil baru juga. Ngapain perlu uji coba KIR. Metromini atau angkot ya wajib uji coba kir, mereka kan mobil lama dari tahun 80-an," ujar dia.

Menurut dia, proses uji kir juga membutuhkan waktu yang lama. Karena harus antre dengan armada taksi online lain serta metromini dan angkot yang jumlahnya tidak sedikit.

"Peraturan untuk bergabung dengan Uber itu harus memiliki kendaraan di atas tahun 2012. Itu hitungannya kan masih baru, jadi ngapain harus uji coba kir lagi," kata dia.




(AZF)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA