Anies Diminta Perbaiki Hubungan yang Retak

Dheri Agriesta    •    Sabtu, 14 Oct 2017 11:22 WIB
pilgub dki 2017anies-sandi
Anies Diminta Perbaiki Hubungan yang Retak
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan--Metrotvnews.com/Whisnu

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto menyorot perpecahan yang terjadi akibat Pilkada DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan harus bisa memperbaiki hal ini.

Priyanto melihat masalah perpecahan harus diperhatikan. Ini bisa menjadi pekerjaan utama dalam 100 hari pemerintahan. "Pak Anies harus bisa membangun hubungan harmonis ekselutif dan legislatif, hubungan antara gubernur dan partai politik, dan hubungan dengan rakyat," kata Priyanto di Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 14 Oktober 2017.

Priyanto melihat, perpecahan akibat Pilkada DKI Jakarta masih terlihat hingga saat ini. Sebagai contoh, Priyanto membacakan salah satu karangan bunga yang dikirim masyarakat ke Balai Kota.

Baca: Pendukung Ahok-Djarot Bisa Jadi Berkah buat Anies-Sandi

Priyanto mendapatkan gambar karangan bunga itu dari seorang kolega. Pada karangan bunga itu tertulis ucapan selamat bekerja kepada gubernur dan wakil gubernur baru. "Selamat bekerja gubernur dan wakil gubernur terpilih, tapi bunga ini untuk Ahok dan Djarot. Ini lucu banget tapi menyedihkan," kata Priyanto.

Baca: Bunga untuk Ahok-Djarot Bersemi di Balai Kota

Hal itu menunjukkan begitu kentalnya dukungan terhadap gubernur dan wakil gubernur terdahulu. Priyanto menegaskan, keamanan dan stabilitas sangat diperlukan dalam jalannya pemerintahan. "Ini kan menunjukkan rakyat masih terpecah, ini pekerjaan rumah buat Anies dan Sandiaga," tegas dia.

Baca: Anies Baswedan Berkukuh Setop Reklamasi

Anies dan Sandiaga akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober. Pelantikan ini menyusul berakhirnya masa jabatan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober.

Pasangan Anies dan Sandiaga mengalahkan pasangan Ahok dan Djarot di putaran kedua dengan perolehan 57,96% suara atau sebanyak 3.240.987 suara. Sementara pasangan Ahok dan Djarot mendapat suara sebanyak 42,04% atau 2.350.366 suara. Pada 5 Mei 2017, KPU DKI Jakarta menetapkan pasangan Anies dan Sandiaga sebagai peraup suara terbanyak di Pilkada DKI.


(YDH)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA