Sandiaga Mangkir dari Panggilan Polisi

Deny Irwanto    •    Rabu, 11 Oct 2017 17:23 WIB
kasus penggelapan
Sandiaga Mangkir dari Panggilan Polisi
Sandiaga Uno. Foto: MI/Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno. Namun Sandiaga mangkir dalam jadwal pemeriksaan.
 
Sandiaga akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang, yang menyeret Andreas Tjahyadi.

Baca: Kasus Penggelapan Tanah yang Menyeret Sandiaga Uno Dipertanyakan

"Memang hari ini Pak Sandiaga diperiksa sebagai saksi. Tetapi yang bersangkutan menyampaikan tidak bisa hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu 11 Oktober 2017.
 
Argo menjelaskan, Sandiaga beralasan sedang mempersiapkan prosesi pelantikan sebagai wakil gubernur DKI Jakarta yang dihelat pada 16 Oktober 2017. Argo memastikan penyidik akan melayangkan panggilan ulang terhadap Sandiaga.
 
"Nanti kita agendakan kembali. kita koordinasikan biar sama-sama enak kapan bisa hadir, kita tunggu saja," kata Argo.
 
Sebelumnya Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa pelapor Djoni Hidajat sudah melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Metro Jaya. Laporan tertera dala laporan polisi nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.
 
Fransiska mengatakan, penyidik telah melakukan gelar perkara kasus tersebut pada 30 Agustus 2017. Hasilnya, Andreas disebut telah memenuhi unsur berdasar alat bukti telah melakukan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang seperti diatur pasal 372 KUHP dan pasal 3, 4, 5, UU No. 8 Tahun 2010.

Baca: Pelapor Khawatir Teman Sandiaga Melarikan Diri

"Penjelasannya dari penyidik seperti itu. Dalam pertemuan itu saya diberikan surat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) itu. Intinya saya ingin tahu progres setelah ada SP2HP bagaimana langkah polisi," kata Fransiska beberapa waktu lalu.
 
Fransiska mengungkapkan, kerabatnya tersebut telah menitipkan sebidang tahan ke Sandiaga dan Andreas di bawah perusahaan PT Japirex. Ia mengaku telah mencoba menjalin komunikasi dengan Sandi dan Andreas, namun tidak pernah menemukan titik terang. Dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pernah memeriksa Sandiaga Uno pada Jumat 31 Maret 2017.
 


(FZN)