Upaya Mengatasi Peredaran Narkoba dan HIV di Kampung Boncos

Sunnaholomi Halakrispen    •    Rabu, 14 Feb 2018 06:27 WIB
narkobasabu
Upaya Mengatasi Peredaran Narkoba dan HIV di Kampung Boncos
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Jojon)

Jakarta: Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Kampung Boncor, Palmerah, Jakarta Barat.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suhermanto mengatakan, pihaknya mempunyai beberapa rencana untuk menekan maraknya peredaran narkoba dan HIV di area tersebut.

"Kami masih melakukan penyuluhan kepada warga setempat, misalnya di sekolah-sekolah, pos RW, dan lainnya," kata Suhermanto kepada Medcom.id, Selasa 13 Februari 2018.

Untuk target di waktu ke depan, Suhermanto menyatakan akan memaksimalkan dengan Polsek Palmerah untuk melakukan penyuluhan sebanyak satu kali di setiap minggunya.

Penyuluhan terkait narkoba tersebut diharapkan dapat membuka pemikiran seluruh warga setempat agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran peredaran narkoba dan HIV yang sangat sulit untuk dihentikan. Dalam jangka pendek, masih dilakukan pemantauan.

"Saat ini, kami masih melakukan pemantauan di wilayah itu. Utamanya kami mau tumbuhkan kesadaran masyarakat karena masyarakat bersikap pasif, bisa karena cuek atau takut," ungkap AKBP Suhermanto.

Pihak RW 03 juga melakukan upaya terkait pemasalahan narkoba dan HIV yang tidak kunjung usai di Kampung Boncos. Ketua RW 03 Kampung Boncos Azwar Laware memaparkan upayanya.

"Dulu kita kerja sama dengan pihak luar. Kita mungut-mungutin jarum bekas pakai yang sembarangan ditaro di pot-pot. Terus setiap hari ngasih-ngasihin jarum suntik baru buat para pemakai biar enggak dipake lagi jarum bekasnya, kita tuker sama punya dia yang sebelumnya," ucap Azwar.

Namun, kegiatan tersebut hanya dapat berlangsung selama 10 tahun sejak tahun 2006. "Terakhir sudah, enggak ada lagi program soalnya kita oper ke puskesmas," tambah Azwar.

Selanjutnya, untuk memutus rantai peredaran narkoba terdapat usaha dari masyarakat agar masyarakat lebih mandiri. Azwar mengadakan pelatihan melukis kerudung dan menghias tas kepada para ibu yang nantinya dijual.

Dilakukan juga pelatihan untuk para remaja agar dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dibandingkan memakai dan atau mengedar narkoba. "Kalau remaja kita ada pelatihan service handphone dan servise motor. Ada juga pelatihan musik, band," ucap Azwar.

Meski tengah dilakukan upaya, hingga kini kondisi pemukiman yang dipadati sekitar 500 kepala keluarga itu masih menjadi daerah rawan. Peredaran narkoba jenis sabu dan HIV masih marak dan sulit terdeteksi karena sistem supply dilakukan dengan orang-orang yang berbeda setiap harinya.


(DEN)