Pemindahan Ibu Kota Dinilai Solusi Akhir Kemacetan di Jakarta

Ilham wibowo    •    Rabu, 09 Aug 2017 05:00 WIB
pemindahan ibukota
Pemindahan Ibu Kota Dinilai Solusi Akhir Kemacetan di Jakarta
Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan Jenderal Gatot Subroto kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (10/4). ANT/Aprilio Akbar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemindahan Ibu Kota dinilai menjadi solusi terakhir menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Sebab, kini dibutuhkan langkah revolusioner dalam menangani kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. 

"Sebetulnya kalau mau signifikan menghilangkan kemacetan di Jakarta pusat pemerintahan atau Ibu Kota pindah ke luar pulau Jawa," kata Pengamat Transportasi Darmaningtyas kepada Metrotvnews.com, Selasa 8 Agustus 2017. 

Pertumbuhan kegiatan ekonomi selalu dekat dengan pusat pemerintahan. Karena itu, kata dia, keberadaan masyarakat dengan segala kebutuhan kendaraan juga turut meningkat. 

"Angkutan umum apapun yang dibangun, kebijakan apapun tetap Jakarta akan macet, karena pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat," ujar dia. 

Baca: Plus Minus Dampak Pemindahan Ibu Kota

Direktur Institut Transportasi Indonesia (Instran) itu mengatakan, sekian banyak kajian yang telah dilakukan Pemerintah DKI Jakarta nyatanya belum juga berhasil. Misalnya, sistem ganjil genap yang diterapkan mengantikan aturan three in one.  

Menurut dia, sistem ganjil genap justru lebih banyak kelemahannya ketimbang three in one. Para pengendara, kata dia, bisa memilih berhenti di tengah jalan sebelum masuk ke jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap hingga jam berlakunya selesai.

Menurut dia, pergantian sistem itu seharusnya dibarengi dengan percepatan penerapan Electronic Road Pricing (ERP). Namun, retribusi lalu lintas elektronik itu hingga kini belum terealisasi. 

"Memang banyak kelemahan, makanya sejak dulu sebetulnya saya cenderung pertahankan three in one sampai ERP dilaksanakan. Tapi dihapus dan ERP belum jalan, dengan terpaksa mendukung ganjil genap," kata dia.




(AZF)