Bogor Mereformasi Angkot

Dede Susianti    •    Kamis, 18 May 2017 09:17 WIB
bogor macet
Bogor Mereformasi Angkot
Angkot menjamur di Kota Bogor. Foto: MI/Dede Susianti

Metrotvnews.com, Bogor: Pemerintah Kota Bogor akan mereformasi angkutan perkotaan (angkot) untuk mengatasi masalah kemacetan dan menjamurnya angkot yang mencapai 3.412 unit. Pemerintah akan mengganti tiga angkot dengan satu bus.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, jumlah angkot dikurangi secara bertahap dengan sistem konversi. Tiga angkot dikonversi menjadi satu bus TransPakuan (TP). Ada juga konversi tiga angkot menjadi dua bus. Ratusan bus dari hasil konversi itulah yang diizinkan untuk melayani jalur TP.
 
Bima Arya juga berniat melakukan rerouting (penataan trayek) sebagai solusi. Kawasan Kebun Raya dan Istana Bogor yang selama ini menjadi pusat pertemuan angkot dari berbagai trayek dijadikan satu arah. nantinya angkot tidak boleh berkeliaran di tengah kota.
 
Angkot yang tidak masuk sistem konversi selanjutnya bergeser ke trayek pinggiran. Jika sebelumnya hanya tersedia 23 trayek, Pemerintah Kota Bogor menambah menjadi 30. Jangkauannya semakin jauh melingkupi 68 kelurahan dari sebelumnya hanya 59 kelurahan.
 
Perubahan trayek diatur melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 551.2.45-108.1 Tahun 2017 yang ditetapkan pada 22 Februari 2017 tentang Penetapan Jaringan Trayek dan Jumlah Kendaraan Angkutan Kota di Wilayah Kota Bogor.
 
Ada dua pelayanan yang diatur dalam SK itu, yakni angkutan massal untuk tujuh koridor serta angkutan pengumpan.
 
Trayek pengumpan meliputi 30 jaringan yang terdiri atas 14 trayek tetap, 6 trayek baru, 3 trayek perpanjangan, serta 7 trayek pecahan.
 
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah melakukan stikerisasi terhadap angkot sesuai dengan trayeknya. Stikerisasi yang berlangsung mulai 14 Maret sudah mencapai 80%. Targetnya, seluruh angkot sudah mendapat stikerisasi pekan ini.
 
Rincian yang sudah stikerisasi sebanyak 16 trayek untuk pengumpan dengan jumlah angkot 1.548 unit serta 626 kendaraan melayani empat koridor TP. Kendaraan yang dipindahkan ke trayek pengumpan berasal dari angkot eks rute 02, 03, 07, 09, dan 21, berjumlah 584 unit.
 
Selasa 16 Mei 2017, dua koridor TP mulai diuji coba. Uji coba bakal berlangsung selama tiga hari. "Saat ini baru dua koridor, yaitu koridor 2 (Bubulak-Baranangsiang-Ciawi) dan koridor 3 (Bubulak-Sukasari-Ciawi)," kata Bima Arya.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan ada tujuh koridor yang akan beroperasi di Kota Bogor. "Dua koridor yang diuji coba masih dilayani angkot. Nantinya bus," kata Rakhmawati.
 
Sebenarnya sudah ada 10 unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan dikirim kepada Dishub Kota Bogor. Bus-bus itu masih diparkir di halaman Kantor Dishub Kota Bogor.
 
"Masalah hibah ini dialami 51 kota yang mendapat bantuan bus dari Kemenhub. Kami sudah sampaikan win-win solution dengan sistem pinjam pakai. Akan tetapi, masih menunggu keputusan Kemenkeu," kata Rakhmawati.
 
Terkait dengan subsidi yang akan diberikan kepada pengusaha angkutan, Rakhmawati mengatakan, pihaknya sudah memasukkan rancangan anggaran pada kisaran Rp60 miliar-Rp80 miliar dan saat ini tengah menyamakan persepsi dengan jajaran dewan.
 
Mengenai pelaksanaan di lapangan akan bergantung kepada badan hukum. Kalau busnya sudah ada, pengusaha bisa mengajukan subsidi sesuai dengan peraturan Wali Kota Bogor.
 
"Kalau masih menggunakan angkot, tidak bisa (mengajukan subsidi). Mereka harus mempunyai standar pelayanan dan prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP)," katanya


(FZN)