Pembahasan Pembangunan Gedung 111 Lantai Ditunda

Nur Azizah    •    Sabtu, 17 Jun 2017 02:34 WIB
pembangunan
Pembahasan Pembangunan Gedung 111 Lantai Ditunda
Sekda DKI Jakarta Saefullag Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: DKI Jakarta akan memiliki bangunan bernama Signature Tower. Bangunan berlantai 111 ini diklaim akan menjadi tower tertinggi yang akan menjadi ikon Ibu Kota selain menara Monumen Nasional.

Namun, rencana ini masih dalam pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak Sudirman Central Business District (SCBD). Rencana itu baru saja dibahas dalam rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) di Balai Kota.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pembahasan tersebut ditunda lantaran pihak SCBD belum memaparkan kajian sarana dan prasarana. Padahal, panduan rancang kota atau urban design guidelines (UDGL) proyek tersebut telah selesai.

"Tadi ditunda dulu menunggu paparan daya dukung," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Juni 2017.

Pemprov DKI Jakarta meminta Gramahas Adisentosa sebagai pemilik gedung untuk memaparkan daya dukung sarana dan prasarana. Sebab, pembangunan gedung yang digadang-gadang tertinggi se-Asia Tenggara itu perlu memerhatikan ketersediaan air dan listriknya.

"Perlu perhatikan juga limbahnya, karena itu 111 lantai kan. Lalu air dan listriknya. Pemprov tidak ingin pembangunan tersebut mengganggu lingkungan sekitarnya hingga kekurangan air," jelas Saefullah.

Pemprov DKI Jakarta juga berencana mengundang Polda Metro Jaya. Dikhawatirkan ada lahan Polda Metro Jaya yang bersinggungan dengan bangunan tersebut.

"Nanti gedung itu akan dijadikan tempat perkantoran, hotel, dan mal," tambah Saefullah.

Signature Tower merupakan calon pencakar langit pertama di Indonesia yang masuk kategori megatall versi Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH). Ketinggiannya mencapai 638 meter.

Gedung jangkung milik Grahamas Adisentosa ini dirancang oleh Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc (SRSSA). Mereka menggandeng mitra lokal Pandega Desain Weharima.

Estimasi biaya untuk membangun Signature Tower sebesar Rp2 miliar dollar atau ekuivalen dengan Rp19,8 triliun.


(DEN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA