Anies-Sandi Berbalik Dukung Pembangunan 6 Ruas Tol

Nur Azizah    •    Jumat, 13 Jul 2018 11:15 WIB
jalan toltransportasi
Anies-Sandi Berbalik Dukung Pembangunan 6 Ruas Tol
Kendaraan bermotor melintas dengan lancar saat melintas di jalan Tol Dalam, Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno kini mendukung pembangunan enam ruas tol dalam kota. Keduanya menolak proyek ini pada kampanye Pilkada 2017. 

Sandi sempat memantau pembangunan enam proyek tol pada Rabu, 11 Juli 2018. Dia menerima pembangunan tersebut lantaran sudah masuk dalam proyek strategis nasional. 

"Sempet ditolak tapi sudah dibangun. Jadi, kita rampungkan. Kita hentikan polemiknya dan kita pastikan proyek itu tidak menambah kemacetan," kata Sandi, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut dia, banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pengamat yang menentang kebijakan tersebut. Salah satu penentang adalah pengamat tata kota Marco Kusumawijaya yang kini menjadi ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang Pengelolaan Pesisir. 

"Pak Marko yang baru join saja enggak setuju. Tapi saya jelaskan ke Marco, 'Ya bagaimana sudah jalan.' Jadi, kita realistis saja dan kita yakinkan," ujar dia.

Sandi mengatakan solusi mengurai kemacetan di enam ruas tol dalam kota, yakni dengan mengoperasikan bus TransJakarta. Nantinya, bus di koridor tersebut diintegrasikan ke transit oriented development (TOD).

Sementara itu, pada Pilkada 2017, Anies menolak pembangunan enam ruas tol karena hanya menambah kemacetan. Anies terang-terangan mengungkapkannya dalam akun Twitter pribadinya, @aniesbaswedan. 

"Mempercepat pembangunan tol lingkar luar dan dan tidak membangun 6 ruas tol dalam kota yang akan menambah macet di Jakarta #transportasiB3rsama," tulis Anies.

Baca: Penjelasan Pemerintah soal Integrasi Tarif Tol JORR

Tulisan itu ia tulis pada 24 November 2016. Cuitannya dibagikan 74 kali dan disukai oleh 65 pengguna.

Di sisi lain, proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota kini masuk fase 1 sepanjang 30 kilometer. Pengerjaan dibagi tiga seksi. 

Seksi A terdiri atas Kelapa Gading-Pulogebang sepanjang 9,3 kilometer. Seksi B terbentang dari Grogol-Semanan sepanjang 8,3 kilometer. Terakhir, Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,3 kilometer.


(OGI)