Ketua DPRD Enggan Setujui Penyertaan Modal PAM Jaya

Nur Azizah    •    Rabu, 29 Aug 2018 15:17 WIB
pemprov dkiair bersih
Ketua DPRD Enggan Setujui Penyertaan Modal PAM Jaya
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi. Foto: Medcom.id/Dheri.

Jakarta: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tak akan menandatangani pengajuan Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT PAM Jaya. Alasannya, PT PAM Jaya masih bersengketa dengan PT Aetra Air Jakarta soal swastanisasi air.
 
Di APBD Perubahan 2018, PT PAM Jaya mengajukan PMD sebesar Rp1,206 triliun. Rencananya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pipa distribusi dan retikulasi wilayah barat dan utara sebesar Rp150 miliar, penyediaan air bersih Rp150 miliar, dan relokasi jaringan pipa terdampak proyek Rp116 miliar.
 
Lalu untuk membiayai SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung Rp650 miliar. Lalu anggaran reinforcment dan extension jaringan transmisi distribusi sebesar Rp275 miliar.
 
"Beresin dulu masalah internalnya. PAM Jaya jangan dikasih lagi nih. Saya tidak mau tanda tangan," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Baca: Anies Diminta tak Tipu-tipu Soal Swastanisasi Air

Ia khawatir bila PAM Jaya diberikan PMD, pengelolaan air di Ibu Kota akan dipegang kembali dengan PT Aetra dan PT Palyja. Menurutnya, BUMD yang layak diberikan PMD adalah PD Pasar Jaya agar untuk membangun kios agar pedagang tidak menggunakan badan jalan.
 
"Jangan bikin (ukuran kios) 1x2 kaya kuburan. Orang susah jualan. Dia bisa makan bahu jalan," ungkapnya.
 
Prasetio juga meminta Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang berpotensi Rp13 triliun digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Seperti pembangunan rumah susun, pencegahan banjir, dan perbaikan jalan rusak.


(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA