Pemprov DKI Teken 14 MoU Bina Lingkungan

Lis Pratiwi    •    Jumat, 14 Jul 2017 20:03 WIB
pendidikan
Pemprov DKI Teken 14 MoU Bina Lingkungan
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati. Foto-foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu terkait adanya kebijakan bina lingkungan di beberapa sekolah negeri ditanggapi Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Mereka membenarkan adanya nota kesepakatan (MoU) dengan beberapa pihak.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati mengatakan istilah bina lingkungan tak lebih dari perjanjian pinjam pakai lahan antara pemda dengan pemilik. Total ada 14 MoU yang memuat sekitar 34 sekolah negeri dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

"Khusus untuk bangunan sekolah yang tanahnya bukan milik pemda DKI, kita melakukan MoU. Jadi, lahannya punya mereka dan kita sewa 0 rupiah," ujar Susie kepada Metrotvnews.com, Jumat 14 Juli 2017.

MoU ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan pemilik lahan, seperti TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Kopassus, dan Paspampres.

MoU berisi kejelasan status lahan serta hak dan kewajiban kedua belah pihak untuk mengurus areanya. Pada 19 Juli nanti, kata Susie, dilakukan penandatanganan MoU untuk beberapa pihak yang belum membuat.

"Yang belum dapat MoU ada, namun sedang dibikin. Tanah di Jakarta kan mahal, takutnya diserobot atau bagaimana gitu," tuturnya.

Baca: MoU Bina Lingkungan tak Mencakup Penerimaan Siswa

Pembuatan MoU juga sebagai bukti saat ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain menegaskan status tanah, MoU menjadi bukti perjanjian agar tak disalahgunakan.

MoU juga berfungsi sebagai surat jalan bagi dinas saat hendak memasukkan alat berat untuk renovasi sekolah yang berada di dalam kompleks khusus abdi negara.

Baca: SMAN 39 Jakarta Siapkan 3 Kelas Khusus Anak TNI

Soal MoU Bina Lingkungan menjadi persoalan saat salah satu SMA yang ditemui Metrotvnews.com menyatakan harus memberi kuota khusus bagi putra/putri anggota TNI. Lokasi SMA itu berada di dalam kompleks tentara.

Dari 10 kelas baru, anak-anak prajurit TNI mendapat jatah tiga kelas. Kuota ini disebut sebagai kuota khusus bina lingkungan. "Dua kelas IPA, satu kelas IPS. Totalnya 108 siswa dari bina lingkungan," kata kepala sekolah itu.


(UWA)