Pembersihan Kali Induk, Djarot Khawatirkan Bangunan di Tepian Sungai

Damar Iradat    •    Minggu, 16 Oct 2016 10:42 WIB
djarot saiful hidayat
Pembersihan Kali Induk, Djarot Khawatirkan Bangunan di Tepian Sungai
Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat memantau pembersihan Kali Induk di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramati Jati, Jakarta Timur, Minggu 16 Oktober/MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memantau langsung kerja bakti pembersihan Kali Induk di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramati Jati, Jakarta Timur, Minggu 16 Oktober. Djarot tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB.

Djarot langsung meninjau kondisi kali dan kegiatan kerja bakti warga yang dibantu oleh Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Djarot menyayangkan banyak bangunan yang berdiri di tepian sungai, bahkan bangunan-bangunan itu berdiri di atas turap.

Seharusnya, kata dia, tidak ada bangunan di atas turap. "Ini kalau dikeruk, bangunan-bangunan itu roboh," ujar Djarot.

Menurut Djarot, pengerukan perlu dipertimbangkan secara matang. Sebab, alat berat tidak dapat memasuki lokasi lantaran jalanan menuju lokasi dipenuhi gang cukup sempit.

Dia meminta masyarakat bahu membahu mengeruk Kali Induk. Kalaupun menggunakan alat berat, beberapa rumah warga harus dibongkar.

"Kalau manual, bisa tidak siapin warga. Kita pasti siapin petugas. Kalau alat masuk juga kita harus bongkar," tutur Djarot.



Beberapa bangunan yang berdiri di atas turap ialah sebuah cluster perumahan. Djarot sempat mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) beberapa bangunan rumah di cluster itu kepada pegawai Sudin Tata Kota Jakarta Timur.

"Cek lagi yang ke belakang. Bisa, roboh itu. IMB nya cek, kok bisa keluar sih, mepet kali, kalau dikeruk roboh itu," tegas Djarot.

Petugas Sudin Tata Kota Jakarta Timur mengatakan, bangunan cluster perumahan yang berada di atas turap tidak semua mengantongi IMB.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur Ahmad Yazid Bustomi mengatakan, program perbaikan turap di Kali Induk mendesak dilakukan. Sebab, lebar kali saat ini terhitung sempit dan menyebabkan banjir di sekitar lokasi.

"Ini hujan setengah jam saja di sini bisa banjir 1 meter. Kalau kerja bakti seperti ini, paling bersihin sampah. Tapi, untuk keruk kali, juga tidak mungkin, harus diturap dulu," ujar dia.

 


(OJE)