Pengemudi Taksi Online tak Masalah Tarif Disesuaikan

Purba Wirastama    •    Jumat, 17 Mar 2017 14:57 WIB
polemik taksi online
Pengemudi Taksi <i>Online</i> tak Masalah Tarif Disesuaikan
ilustrasi. Foto: MI Ramdani

Metrotvnews.com,Jakarta: Pengemudi taksi dalam jaringan (daring) tak masalah pemerintah menyesuaikan tarif taksi dengan sistem batas atas dan batas bawah. Mereka yakin taksi online lebih diminati masyarakat.
 
Pengemudi UberCar, Indira, tidak khawatir pelanggan berkurang. Pria yang sudah enam bulan menjadi pengemudi taksi daring itu setuju tarif dinaikkan.
 
"Sekarang orang butuhnya praktis, bisa jemput. Walaupun tarif enggak beda jauh (dengan taksi konvensional), tetap (pelanggan) larinya ke online sih," kata Indira kepada Metrotvnews.com, Jumat 17 Maret 2017.
 
Menurut Indira, kehadiran taksi berbasis aplikasi daring memudahkan masyarakat. Pengemudi juga diuntungkan dengan waktu kerja yang fleksibel.
 
"Misalnya mau kondangan, mereka enggak harus rental sehari, karena cuma butuh buat antar. Pesan pas berangkat, selesai. Nanti pas pulang pesan lagi," kata Indira.
 
Indira bercerita tentang rekan-rekan pengemudi yang meninggalkan taksi konvensional. Dengan bekerja di layanan taksi daring, mereka mendapat keuntungan lebih.
 
"Bisa ajukan kredit atas nama perusahaan. Nanti per bulan bayar pakai duit bonus. Uang dari penumpang tetap masuk ke kita," kata Indira.
 
Hal serupa diutarakan Mursito. Pria yang baru tiga bulan jadi pengemudi GrabCar di Jakarta itu meninggalkan pekerjaannya dari perusahaan distributor peralatan rumah tangga.
 
"Saya sih ngikut dulu aja, lihat nanti gimana. Kalau nggak cocok ya banting setir lagi," katanya.
 
Kata sepakat juga keluar dari mulut Teguh. Pria yang sudah setahun menjadi pengemudi Go-Car tak masalah tarif taksi daring disesuaikan dengan taksi konvensional.
 
"Senang saja kalau harga naik," kaya Teguh.
 
Teguh juga tidak keberatan kuota armada taksi daring dibatasi. Menurutnya, selama ini pengemudi sudah dievaluasi oleh pihak manajemen jika performa buruk.
 
Kementerian Perhubungan tengah melakukan uji publik atas draf revisi kedua Peraturan Menteri Nomor 32/2016 untuk menyasar angkutan sewa tidak dalam trayek, seperti Go-Car, GrabCar, dan Uber. Poin revisi antara lain membahas penyesuaian tarif atas bawah dan pembatasan jumlah kendaraan.


 
(FZN)

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

4 hours Ago

Ibarat bermain bola, kompetisi dalam pilkada harus sehat dan tak ada yang bermain kasar.

BERITA LAINNYA