Strategi Dishub DKI Usai MA Batalkan Pergub 195/2014

   •    Rabu, 10 Jan 2018 11:50 WIB
pembatasan sepeda motor
Strategi Dishub DKI Usai MA Batalkan Pergub 195/2014
Rambu kawasan pembatasan lalu lintas sepeda motor terpasang di Jalan Thamrin, Jakarta. (Foto: MI/Arya Manggala)

Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta tak patah arang setelah Mahkamah Agung membatalkan Pergub Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda motor di jalan protokol ibu kota.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko memastikan pihaknya akan mencari upaya lain untuk tetap membatasi penggunaan kendaraan pribadi di ruas jalan ibu kota.

"Kita punya pola transportasi makro uang di dalamnya ada pengendalian lalu lintas untuk roda empat dengan sistem ganjil genap sementara roda dua selain membatasi juga dengan sistem pengendalian parkir," katanya, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 10 Januari 2018.

Langkah lain yang juga akan coba ditempuh Dishub DKI adalah dengan memanfaatkan program Ok Otrip pemerintah dan mengintegrasikan sistem park and ride yang didekatkan dengan layanan transportasi yang sudah tersedia.

Dengan memanfaatkan program Ok Otrip yang hanya bertarif Rp5.000 ke semua rute, pengguna kendaraan bisa membandingkannya dengan ketika membawa kendaraan pribadi dan harus membayar parkir yang tarifnya akan dibuat lebih mahal dari biasanya.

"Jadi kalau mereka tetap menggunakan kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua tetap saja biaya operasionalnya mahal dengan harapan berpindah ke angkutan umum. Ini yang coba kita bangun," katanya.

Ia menambahkan, "ke depannya bukan hanya sekadar membatasi tapi benar-benar diatur. Kita juga akan mengedukasi masyarakat insentif apa yang ditawarkan oleh Pemprov."




(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA