Warga Bukit Duri Diultimatum

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:48 WIB
penggusuran bukit duri
Warga Bukit Duri Diultimatum
Warga Bukit Duri berjalan di area Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta. Foto: Antara/Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengultimatum warga Bukit Duri yang masih bertahan. Warga terancam tidak mendapat jatah rumah susun jika sampai hari penggusuran tidak mau pindah ke Rumah Susun Sewa Rawa Bebek.
 
Sebanyak 313 unit Rusun Rawabebek sudah ditempati warga relokasi Bukit Duri dari total 400 yang disediakan. Warga yang tidak mengambil kunci hingga hari H penertiban kawasan Bukit Duri dinyatakan mundur.
 
Kepala Unit Pengelola Rusun Rawa Bebekm Darnawati Sembiring belum bisa memastikan kapan batas waktu pengambilan kunci rusun bagi warga relokasi Bukit Duri. Sebab, kelurahan belum mengabari waktu penertiban. Ia menghimbau warga yang mendapatkan jatah rusun segera mengambilnya sebelum waktu penertiban berlangsung.
 
"Setelah penertiban tidak bisa ambil rusun. Saya imbau ambil sekarang," kata Darnawati kepada Metrotvnews.com, Jumat (23/9/2016).


 
Penertiban bakal dilakukan sepekan setelah SP 3 dilayangkannya pada Selasa 20 September. Ada 173 bangunan yang sudah ditempeli surat SP 3, 44 di antaranya masih berpenghuni dan memilih bertahan. Sementara sisanya sudah ditinggalkan penghuninya.
 
Warga di RT 06 RW 12 memilih bertahan karena menunggu proses gugatan class action yang masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sementara yang lainnya memilih pulang kampung dan mengontrak di sekitaran Bukit Duri lantaran Rusun Rawa Bebek terlalu jauh dari tempat kerja dan sekolah anak-anaknya.
 
Totalnya unit Rusun Rawa Bebek sebanyak 1000 unit. Sebanyak 563 unit sudah berpenghuni, 313 di antaranya diisi warga Bukit Duri. "Empat tower lagi sedang dalam tahap pembangunan jadi totalnya ada 14 tower," jelas Darnawati.
 
Pemprov DKI akan merelokasi warga yang tinggal di 400 bidang bangunan di Bukit Duri. Tepatnya di RW 09, 10, 11, dan 12. Kawasan tersebut terkena dampak pembangunan proyek normalisasi Kali Ciliwung. Dari data terakhir sudah 290 bidang bangunan yang dibongkar dan penghuninya bersedia pindah ke rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur.
 

(FZN)

Video /