Agar Masyarakat Mau Beralih ke Angkutan Umum

   •    Jumat, 18 Aug 2017 12:35 WIB
transportasiangkutan umum
Agar Masyarakat Mau Beralih ke Angkutan Umum
Bus Transjakarta, salah satu moda transportasi yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta agar warga mau beralih ke angkutan umum. (Foto: MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta jika ingin warganya beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Pada dasarnya, orang yang menggunakan kendaraan umum menginginkan kecepatan dan ketepatan. Pemerintah harus mampu memastikan waktu kedatangan dan waktu tempuh kendaraan dan pastikan bahwa koridor atau lintasan yang akan dilewati lancar.

"Kalau waktu sudah menjadi prioritas, pasti orang akan berpindah. Karena dia akan membandingkan cepat mana naik kendaraan pribadi dan umum. Ternyata kendaraan umum misalnya, maka akan pindah," ungkapnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 18 Agustus 2017.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah tarif. Tarif yang terjangkau dan terintegrasi antarmoda akan membuat orang lebih memilih angkutan umum.

Misalnya, ketika orang pindah dari angkutan bus Transjakarta kemudian hendak melanjutkan perjalanan menggunakan LRT atau MRT. Tarif yang sudah terintegrasi akan memudahkan orang karena lebih efektif dan efisien.

"Kemudian aman. Aman di sini membebaskan pengguna kendaraan umum dari stigma pelecehan atau ketidaknyamanan, paling tidak haltenya dibuat nyaman. Atau kalau bisa tujuan awal dan akhirnya harus tercapai misalnya JPO-nya harus bebas dari PKL biar bersih dan rapi," katanya.

Pemprov DKI juga harus mampu berinovasi agar jumlah masyarakat yang menggunakan angkutan umum naik dari 15 persen hingga paling tidak 40 persen. Misalnya dari pembatasan kendaraan roda dua, perlu dihitung berapa persen yang berpindah ke angkutan umum atau ketika MRT telah siap digunakan berapa potensi penduduk yang akan menggunakan moda tersebut.

"Ketika orang bisa membandingkan perubahan ke yang lebih baik, saya yakin akan semakin bertambah. Nanti bisa dilihat pejalan kaki dan angkutan umum bisa menjadi primadona," katanya.




(MEL)