Pemprov DKI Dituntut Hadirkan Kendaraan Umum yang Nyaman

Faisal Abdalla    •    Rabu, 10 Jan 2018 11:15 WIB
pembatasan sepeda motor
Pemprov DKI Dituntut Hadirkan Kendaraan Umum yang Nyaman
Salah satu rambu pelarangan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat/MTVN/Abas

Jakarta: Mahkamah Agung (MA) membatalkan Pergub DKI Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Sepeda Motor. Pengguna sepeda motor dianggap berhak melewati jalan yang dibuat pemerintah.

Aktivis Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano yang menginisiasi Gerakan Aliansi Menentang Pembatasan Motor (Gampar) mengatakan gugatan Pergub pembatasan sepeda motor karena Pemprov DKI dianggap belum mampu menghadirkan angkutan umum yang aman dan nyaman.

"Sebetulnya kalau dari Road Safety Association tuntutan utama kami adalah soal kendaraan umum yang aman dan nyaman. Basisnya itu," ujar Rio dalam Focus Group Discussion Pengaturan Penggunaan Sepeda Motor di Jabodetabek, di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu 10 Januari 2017.

Rio menilai kendaraan umum di Jakarta belum bisa dianggap aman dan nyaman. Padahal, menghadirkan kendaraan umum yang aman dan nyaman merupakan kewajiban pemerintah yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Sementara kendaraan umum yang nyaman dan aman belum ada, masyarakat masih luntang-lantung di jalan, tiba-tiba sepeda motor yang jadi alternatif malah dibatasi," ucap Rio.

Rio juga mengkritisi Pemprov DKI pada kepemimpinan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengeluarkan Pergub Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.

Ia mengatakan wacana pembatasan sepeda motor sudah pernah ditolak asosiasi bikers pada masa pemerintahan Fauzi Bowo. Namun, Pemprov DKI di bawah kepimimpinan Ahok mengabaikan penolakan sebelumnya dengan tetap mengeluarkan pergub tersebut.

"Yang kami garisbawahi adalah ketika masyarakat tidak dilibatkan dalam memutuskan kebijakan. Padahal pada 2007 dan 2010 itu sudah bisa jadi bahan pertimbangan Pemprov, ini loh ada masyarakat yang menolak. Selama Pergub ini masih memberatkan kami, kami tidak akan mundur," beber Rio.


(OJE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA