Dishub Wajib Temui Pemilk Sebelum Menderek Mobil

Nur Azizah    •    Jumat, 06 Oct 2017 13:10 WIB
kekerasan
Dishub Wajib Temui Pemilk Sebelum Menderek Mobil
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko. Foto: MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak boleh asal menindak kendaraan yang diparkir sembarangan. Petugas wajib menemui pemiliknya sebelum menderek kendaraan
 
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, penderekan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai aturan yang berlaku. Sebelum menderek, petugas mencari pemilik kendaraan.
 
"Berdasarkan SOP (standar operasional prosedur), kami harus mencari pemilik kendaraan. Lalu menginformasikan apa pelanggarannya, ketentuan hukumnya, dan tindakan sanksinya," kata Sigit kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Baca: Kronologi Pengeroyokan Anggota Dishub di Rawamangun

Sigit mengatakan, pemilik wajib tahu kendaraan akan dibawa ke mana. Tak hanya itu, petugas Dishub harus memperlakukan kendaraan dengan baik. "Enggak boleh sembarangan. Jangan sampai rusak," imbuhnya.
 
Meski sudah bekerja sesuai SOP, namun masih banyak warga yang tidak terima ditindak. "Saya paham, tidak ada satu pun yang ingin ditindak. Tapi kami tetap bekerja profesional," katanya.
 
Sebelumnya, anggota Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dikeroyok saat merazia kendaraan yang parkir liar di Jalan Paus, Rawamangun, Jakarta Timur. Pengeroyokan dipicu provokasi oknum warga di sekitar lokasi.
 
Kasi Ops Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan, menjelaskan, pihaknya tengah merazia kendaraan yang parkir sembarangan. Saat tiba di Jalan Paus, Rawamangun, tepatnya dekat Rukan di samping Arion Mall, anggotanya mendapati mobil jenis Datsun warna putih parkir tidak pada tempatnya. Anggotanya pun lantas melakukan penindakan dengan menderek mobil tersebut.
 
Tiba-tiba, kata dia, ada oknum warga yang berteriak dengan nada provokasi agar mobil tidak diderek. Akhirnya yang lain terprovokasi, terjadi kericuhan di situ," kata Slamet kepada Metrotvnews.com, Kamis 5 Oktober 2017.

Baca: Razia Parkir Liar di Jalan Paus Jalan Terus 

Slamet mengatakan oknum warga yang jadi provokator bukan merupakan pemilik mobil yang diderek. Provokator, menurut Slamet, juga bukan seorang juru parkir sekitar. Namun, Slamet mengaku tak mengetahui pasti identitas si provokator.
 
"Disinyalir karyawan dept collector salah satu perusahaan finance," kata Slamet.
 
Anggota Sudinhub Jakarta Timur yang mengalami pengeroyokan diketahui bernama Fransiskus Mandala. Slamet mengatakan anggotanya mengalami luka pukul dan cakaran di bagian dada. Lepas mengalami kejadian itu, Fransiskus langsung melapor ke polisi berbekal hasil visum Rumah Sakit Persahabatan.




(FZN)

Lebih dari 20 Orang Terima Uang dari Setya Novanto

Lebih dari 20 Orang Terima Uang dari Setya Novanto

18 minutes Ago

Sidang perdana kasus ktp-el dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar setelah sebelumnya di…

BERITA LAINNYA