Ratusan Sopir Angkot di Bekasi Tuntut Pengembalian Trayek

Gana Buana    •    Selasa, 21 Mar 2017 15:52 WIB
polemik taksi online
Ratusan Sopir Angkot di Bekasi Tuntut Pengembalian Trayek
Ratusan angkot diparkir di depan gedung sate, Kamis (9/3/2017). Aksi protes ini untuk menolak keberadaan taksi online. Foto: MI/Bayu Anggoro

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan sopir angkutan umum jenis Elf K-01 A jurusan Terminal Kota Bekasi-Terminal Cikarang menggeruduk kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa 21 Maret 20017. Mereka menuntut pemerintah setempat mengambalikan trayek mereka hingga sampai Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda.

Saladin Sitanggang, 54, salah satu sopir angkot, meminta Pemerintah Kota Bekasi mengambalikan trayek operasional angkutan umum Elf K-01 A. Pasalnya, pemerintah setempat dinilai sudah memotong jalur operasional angkutan umum.

"Harusnya kami kan beroperasi sampai stasiun, makanya kami minta jalur kami dikembalikan," ujar Saladin, Selasa 21 Maret 2017.

Menurut Saladin, Stasiun Bekasi merupakan jalur potensial menaikan penumpang. Sebab, banyak penumpang kereta rel listrik commuterline turun di Stasiun Bekasi. Mereka biasanya mampu mengantongi uang Rp90 ribu hingga Rp100 ribu untuk satu kali perjalanan.

Dalam satu hari, Saladin mengaku harus menyetorkan uang sebesar Rp230 ribu pada pemilik angkutan. Dengan pemendekkan trayek dia mengaku hanya dapat mengantongi penghasilan kurang dari Rp200 ribu dalam satu hari.

"Tentunya penghasilan kami dalam sehari berkurang, bagaimana kami bisa setoran pada pemilik angkutan," kata dia.

Arul, 49, sopir lain, mengatakan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Bekasi mengaku pada para sopir angkutan umum bahwa pemutusan trayek hanya sementara. Janjinya, tanda larangan beroperasi bagi para sopir angkutan akan dicabut pada Senin 27 Februari lalu. Namun kenyataannya hal itu tak kunjung terealisasi.

"Unjuk rasa ini adalah luapan kekesalan kami," ujar dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menyampaikan, sejak awal izin trayek angkutan umum K-01 A adalah Terminal Bekasi-Terminal Cikarang PP. Namun, sudah lebih dari 10 tahun, operasional mereka melebar hingga ke Stasiun Kota Bekasi.

"Izin trayeknya ya hanya sampai terminal Kota Bekasi, kalau izin trayek A-B harusnya ya ditaati, jangan sampai mereka menyimpang," ujar Yayan.

Karena itu, Yayan mengaku tidak akan memberikan toleransi bagi para sopir angkutan K-01 A yang melanggar aturan. Bila para sopir angkutan melanggar, kata Yayan, pihaknya tak segan membekukan trayek yang ada.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi mengatakan, keputusan pemerintah menertibkan trayek sebetulnya sudah benar. Bahkan, mereka telah memberikan kelonggaran dengan menangguhkan pemotongan jalur tersebut sebanyak empat kali.

"Ini sudah benar, kemarin sempat ditunda selama empat kali," kata dia.


(MBM)