Mendagri Berharap Ada Program Air Bersih Gratis

Fauzan Hilal    •    Kamis, 22 Sep 2016 16:30 WIB
air bersih
Mendagri Berharap Ada Program Air Bersih Gratis
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. MTVN/LB Ciputri Hubatarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap di tiap daerah ada program air bersih gratis buat warganya. Sebab, air adalah kebutuhan dasar manusia yang sudah sewajarnya disediakan pemerintah.
 
"Pemerintah harus mampu memberikan kebutuhan dasar untuk air bersih. Kita tekankan adanya sinergi antara perusahaan air minum, baik swasta maupun daerah, untuk memberikan kualitas layanan terbaik bagi masyarakat," kata Tjahjo, saat membuka seminar Sinergi Peningkatan Pelayanan Air Bersih kepada Masyarakat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (22/9/2016).
 
Tjahjo berharap, air bersih diberikan secara gratis, seperti halnya pendidikan dan kesehatan. Sebab, Tjahjo masih menemui masyarakat harus membayar untuk air bersih yang lancar.
 
"Pendidikan gratis, kesehatan gratis, harusnya ada air gratis juga. Sebab, di beberapa daerah, masyarakat yang harus membayar pun terkadang tak mendapat aliran yang stabil. Ini harus jadi perhatian," tegasnya.
 
Ketua Dewan Pembinaan Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (DPD PERPAMSI) Provinsi DKI Jakarta, Erlan Hidayat mengatakan, diperlukan sinergi yang kuat seluruh PDAM untuk dapat melayani masyarakat dalam  mengakses air minum serta dapat memenuhi target pencapaian yang diberikan pemerintah.
 
“Dengan mengajak para pemangku kepentingan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam pengelolaan air sehingga dapat meningkatkan pelayanan,” ujar Erlan.

Kepala Corporate Communication & Social Responsibilities Palyja, Meyritha Maryanie mengatakan, pihaknya mendukung sinergi pemangku kepentingan di bidang air minum dengan mengajak berbagai instansi terkait untuk memperluas dan mempererat kemitraan demi peningkatan akses air minum untuk warga Jakarta.
 
Menurutnya, kebutuhan air minum di Ibu Kota terus meningkat. Berdasarkan survei PAM Jaya bersama kedua operator, permintaan air minum di Jakarta mencapai 26.100 liter per detik, sementara yang dapat dipenuhi basru 17 ribu liter per detik. Sehingga, ada defisit sebesar 9.100 liter per detik.
 
Palyja menargetkan, pada 2020 area cakupan pelayanan air bersih di wilayah barat Jakarta mencapai pemenuhan 95%.  Untuk merealisasikannya, Palyja membutuhkan tambahan sumber air baku dan jaringan pipa air bersih. Dibutuhkan investasi sebesar Rp2,5 Triliun untuk penambahan pipa distribusi sepanjang 2.500 kilometer dan 250 ribu sambungan baru.
 
Meyritha mengungkapkan, pihaknya berupaya melakukan penambahan sumber air baku dengan memanfaatkan Kanal Banjir Barat, Taman Kota, Pesanggrahan dan Hutan Kota.
 
Selama 18 tahun beroperasi di Jakarta, Palyja menekan angka kebocoran air atau non-revenue water dari sekitar 60% pada 1998 menjadi sekitar 39% pada akhir 2015.
 
Saat ini Palyja melayani 3 juta masyarakat Jakarta yang tinggal di wilayah barat sungai Ciliwung. Jumlah itu meningkat 2 kali lipat sejak tahun 1998 yang baru melayani  1,5 juta orang.




(FZN)

Video /