Kursi Wagub DKI

Demi Prabowo, Taufik Legawa

Nicky Widadio    •    Rabu, 07 Nov 2018 15:53 WIB
Pengganti Sandiaga Uno
Demi Prabowo, Taufik Legawa
Ketua DPD DKI Gerindra Mohamad Taufik--Medcom.id/Intan Yunelia

Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Partai Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik legawa kursi Wakil Gubernur DKI diserahkan untuk kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, Taufik harus ikut mengamankan kepentingan Gerindra yang lebih besar, yakni memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Legawa lah, saya kan mengamankan kebijakan Ketua Umum (Prabowo),” kata Taufik ketika ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Taufik mengaku tidak masuk ke dalam tim uji kepatutan dan kelayakan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dibentuk PKS dan Gerindra. Tim itu bertugas menguji bakal calon Wakil Gubernur yang diusulkan PKS. “Saya enggak (masuk tim). Ada saya tunjuk orangnya,” ucap Taufik.

Bila lolos uji kepatutan dan kelayakan, baru PKS dan Gerindra mengusulkan nama cawagub ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies kemudian mengirimkan surat pencalonan itu ke DPRD DKI untuk dipilih berdasarkan mekanisme pemungutan suara.

Baca: Anies Tak Mau Intervensi Pemilihan Wagub

Nama Taufik sendiri tadinya adalah calon kuat Wakil Gubernur DKI dari Gerindra. DPD Gerindra DKI sebelumnya pernah sepakat mengusung Taufik untuk kursi DKI 2.

Taufik yang merupakan Wakil Ketua DPRD DKI, juga tadinya amat percaya diri bisa memenangkan pemungutan suara di DPRD. Namun kini, kursi Wagub DKI disepakati menjadi jatah dari PKS.

Taufik meminta agar nama Wagub DKI terpilih nantinya memiliki pemahaman yang baik terkait persoalan Ibu Kota. “Harus membangun Jakarta jauh lebih baik, Wagub yang akan datang harus paham juga soal Jakarta,” katanya.

Sejauh ini, PKS masih pada komposisi untuk mengusulkan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai bakal cawagub. Namun, Gerindra tidak menjamin kedua nama itu pula yang akan melanggeng ke proses pemungutan suara di DPRD. Sebab, hal itu bergantung pada tes uji kelayakan dan kepatutan.

“Kalau jatah (kursi Wagub) emang PKS. Tapi orangnya sedang kita cari,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif, Selasa 6 November 2018.


(YDH)