Perjuangan Perawat Honorer Buat Penuhi Kebutuhan Anak

Deny Irwanto    •    Kamis, 16 Mar 2017 14:48 WIB
tenaga honorer
Perjuangan Perawat Honorer Buat Penuhi Kebutuhan Anak
Perawat honorer melakukan unjuk rasa di depam Gedung DPR MPR. Foto: Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Bambang, hanya bisa mengusap peluh di keningnya saat melakukan berunjuk rasa di depan Gedung DPR. Dirinya berjuang demi anak semata wayangnya yang baru 3 tahun.
 
Pekerjaannya sebagai perawat honorer tidak cukup buat memenuhi kebutuhan hidupnya.  Sudah 10 tahun dia menjadi perawat honorer, tapi penghasilannya tidak lebih dari Rp1,2 juta perbulan.
 
"Lima tahun pertama Rp500 ribu, kemudian naik Rp800 ribu sekitar empat tahunan, belum ada setahun lalu itu Rp980 ribu, kemudian Januari kemarin baru Rp1,2 juta," kata Bambang kepada Metrotvnews.com di depan gedung DPR/MPR, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.
 
Ayah satu anak ini kerap mengeluhkan penghasilannya, apalagi kebutuhan susu anaknya cukup tinggi.
"Punya anak satu, kalau beli susu itu sudah ketahuan habisnya berapa. Belum lagi kalau sudah sekolah," keluh Bambang.
 
Perawat honorer yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Batang, Jawa Tengah itu tidak habis akal. Bambang memanfaatkan waku luangnya menjadi tukang ojek di wilayah tempat tinggalnya. "Kita ngojek lah. Kita pintar-pintar saja," kata Bambang.
 
Ribuan perawat yang tergabung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka meminta diangkat menjadi PNS.
 
"Kami meminta pegawai yang masih honorer atau pekerja suka rela, diangkat sebagai aparatur sipil negara," kata Ketua Bidang Sisten Informasi dan Komunikasi DPP PPNI, Rohman Azam di lokasi.
 
Rohman menjelaskan, saat ini masih banyak perawat yang  bekerja dengan gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Bahkan ada perawat yang sudah bekerja sebagai petugas honorer selama 15 tahun.


(FZN)