Pengelola Rusun Petamburan Dilema Atasi Penghuni Liar

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 15:25 WIB
penertibanbangunan liarrusun
Pengelola Rusun Petamburan Dilema Atasi Penghuni Liar
Bangunan liar di Rusun Petamburan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengelola Rusun Petamburan, Tanah Abang, dilema dalam mengatasi keberadaan bangunan liar yang menjamur di sekitar rusun. Apalagi, bangunan itu sudah berdiri puluhan tahun.

"Mereka warga sini asli, korban penggusuran," kata Munadi, salah satu pengelola di Pusat Pengelola Rumah Susun (PPRS) Petamburan kepada Metrotvnews.com, di Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Menurut dia, warga penghuni bangunan liar adalah penghuni pertama Rusun Petamburan. Namun, mereka menjual unit kepada pihak kedua karena faktor ekonomi. 

"Uangnya buat beli rumah di Citayam, Ciledug. Tapi usaha sama kerjanya di sini. Jadi pada buat bangunan," jelas dia.

Dia menjelaskan, keberadaan mereka tak selalu mengganggu. Justru, mereka selalu aktif dalam setiap kegiatan di rusun. Hal ini membuat pengelola mengalami situasi yang sulit dalam melihat keberadaan penghuni liar itu.

"Kalau penghuni rusun jarang di rumah. Justru mereka yang aktif ada kerja bakti. Kami melarang tidak, mengizinkan juga tidak," jelas dia.


Munadi, pengelola Rusun Petamburan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan bangunan liar sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami). Sedikitnya ada 331 bangunan liar di sekitar Rusunami Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan menggusur secara bertahap. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, dan Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.



(OGI)