Pendapat Dokter Spesialis Jantung soal Penyakit Novanto

Nur Azizah    •    Selasa, 19 Sep 2017 20:14 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Pendapat Dokter Spesialis Jantung soal Penyakit Novanto
Ketua DPR Setya Novanto. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI Setya Novanto menderita penyakit jantung. Ketua Umum Partai Golkar ini terpaksa menjalani operasi katerisasi jantung di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.
 
Metrotvnews.com, mencoba bertanya soal penyakit jantung yang dialami Novanto ke Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Yoga. Ia mengatakan, tindakan katerisasi tak bisa mengukur seberapa parah penyakit jantung seseorang.
 
"Katerisasi hanya tindakan diagnostik untuk mengetahui ada tidaknya penyempitan pada pembuluh koroner. Bukan menentukan keparahan," kata Yoga kepada Metrotvnews.com, Selasa 19 September 2017.

Baca: ICW Sarankan Novanto Diperiksa Dokter Pihak Ketiga

Ia mengatakan, bila penyempitan pembuluh darah koroner di atas 60 persen dapat mengganggu aliran darah. Sementara Novanto dikabarkan mengalami penyempitan sekitar 80 persen.
 
"Berarti penyempitannya signifikan," ujarnya.
 
Ia menuturkan, bila penyempitan dibiarkan bisa menyebabkan serangan jantung. Penyempitan pembuluh darah koroner bisa diatasi dengan pemasangan ring.
 
"Kalau sudah dipasangkan ring jadi hilang penyempitannya. Kalau sudah dipasang akan terpasang terus seumur hidup," ungkap dia.
 
Yoga menegaskan, penyempitan tidak bisa menunjukkan tingkat keparahan penyakit jantung. Namun, harus diatasi.
 
"Ada yang menyempit seperti itu enggak apa-apa. Harus diatasi tapi bukan berarti dia parah," ujar dia.
 
Penyempitan pembuluh darah koroner bisa disebabkan dari makanan, kolesterol, hipertensi, rokok, kurang olahraga, dan juga diabetes.
 
Sebelumnya, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, Novanto mengalami penyempitan jantung. Saat ini tubuh Ketua Umum Partai Golkar itu sudah terpasang dua stent stereo ring.

Baca: Baca:  Setya Novanto Idap Pengapuran Jantung

"Ternyata terjadi penyempitan dan fungsi jantungnya tersumbat 80 persen. Sudah terpasang stereo ring dua stent," kata Nurul di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 18 September 2017.
 
Pascaoperasi Novanto dipindahkan ke ruangan ICCU. Hingga saat ini tim dokter masih mengobservasi penyakit Novanto.
 
"Memang kelihatannya ada fungsi ginjal yang terganggu juga. Jadi beliau sekarang di ruang ICCU," imbuh dia.
 
Nurul belum bisa memastikan sampai kapan Novanto harus terbaring di rumah sakit. Suami Deisti Astriani Tagor ditangani tiga dokter sekaligus, Dokter anestesi, internis, dan spesialis jantung.




(FZN)